Perjalanan Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok merupakan awal dari kebangkitan bangsa Indonesia, sebagai awal dari kejayaan masyarakat nusantara.

Hal ini membuat peristiwa tersebut di anggap sejarah yang paling berharga, bilamana tidak terjadi peristiwa tersebut, mungkin Indonesia masih belum diakui Negara di mata dunia.

Sebagai masyarakat Indonesia kita harus mengetahui sejarah penting dan dasar dari sejarah tersebut. Lalu, apa yang menjadi dasar dari peristiwa Rengasdengklok?

 Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok

Dasar dari terjadinya peristiwa Rengasdengklok yaitu perbedaan pendapat, antara golongan tua dan golongan muda.

Golongan tua yang terdiri dari Ir Soekarno, Moh Hatta, dan Achmad Subardjo yang berpendapat, bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dirundingkan terlebih dahulu dengan pihak PPKI, dimana Bung Karno sebagai ketua nya.

Sementara itu, golongan muda yang dikepalai oleh Soekarni, Aidit, Chaerul Saleh, dan  Wikana menginginkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di percepat.

Disamping itu, golongan muda juga tidak suka dengan PPKI, dimana Jepang akan ikut andil dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia, tetapi golongan muda ingin tidak ada campur tangan Jepang.

Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, sebelum gerakan dilakukan golongan mudah sudah melakukan perundingan, pada tanggal 15 Agustus 1945. Pertemuan tersebut dilangsungkan di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Jakarta.

Hasil dari perundingan tersebut adalah keinginan dari golongan muda, dimana pelaksanaan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, bisa terlepas dari hubungan dan janji kemerdekaan yang telah diberikan oleh pihak Jepang kepada Indonesia.

Kesepakatan tersebut telah disampaikan kepada presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir Soekarno dan wakilnya Moh Hatta, namun hasil dari pertemuan itu tidak mendapat sambutan baik, sebab Soekarno Hatta menolaknya.

Keputusan yang di buat oleh Ir Soekarno dan Moh Hatta tidak lepas dari tanggung jawab Bung Karno Bung Karno sebagai ketua dai PPKI. Jadi mereka tidak bisa memberi keputusan secara sepihak begitu saja.

 Kronologi Terjadinya Pristiwa Rengasdengklok

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, dikenal sebagai peristiwa Rengasdengklok dan sebagai peristiwa paling penting dalam perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dimana golongan muda yang terdiri dari Wikana, Aidit, Chaerul Saleh, dan Soekarni. Mereka di kenal dengan nama Menteng 31 dan Soekarni sebagai ketunya. Anggota Menteng 31 menculik  Ir Soekarno dan Moh Hatta pada pukul 03:00 WIB.

Soekarni membawa Ir Soekarno dan Moh Hatta ke Jalan Rengasdengklok, Karawang – Jakarta, maka kejadian ini dikenal dengan nama peristiwa Rengasdengklok.

Gerakan tersebut dilakukan atas tujuan untuk mendesak presiden pertama RI mempercepat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Mereka akhir nya mendapat kesepakatan, antara golongan tua dan golongan muda untuk menentukan kapan waktu pembacaan teks proklamasi kemerdekaan yang tepat.

Hal ini tidak lepas dari kekalahan telak Jepang dalam perang pasifik yang saat itu sedang menduduki Indonesia.

Keputusan tersebut tidak langsung disepakati, sebab golongan muda harus mendesak Ir Soekarno dan Hatta terlebih dahulu, namun tidak mudah untuk merubah pendirian mereka.

Disamping itu, anggota PETA sudah menyusun strategi untuk menggulingkan kekuasaan presiden dan merebutnya.

Rencana yang sudah di buat oleh Charuil dan anggota PETA tidak terlaksana. Hal ini dikarenakan tidak semua anggota PETA yang setuju dengan gerakkan tersebut dan merebut kekuasaan dari Soekarno Hatta.

Pada awalnya Ir Soekarno dan Moh Hatta ingin membaca teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggap 17 Agustus 1945.

Lokasi yang di pilih adalah lapangan IKADA Jakarta dan sekarang menjadi Lapangan Monas, opsi ke 2, mereka akan membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56, lebih tepat nya di kediaman dari Soekarno.

Berita mengenai acara pembacaan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia sudah tersebar luas, sehingga banyak tentara Jepang yang ditugaskan untuk berjaga-jaga di lapangan IKADA Jakarta. Oleh karena itu, opsi kediaman Soekarno dicanangkan.

Ketika diskusi dalam peristiwa Rengasdengklok telah disepakati, bahwa pembacaan teks proklamasi kemerdekaan akan dibacakan di kediaman Soekarno, lebih tepat nya terletak di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Karawang – Jakarta.

Keputusan tersebut di ambil atas dasar menghindari bentrokan antara anggota pejuang kemerdekaan yang menonton pembacaan teks proklamasi dengan tentara-tentara Jepang yang ditugaskan untuk berjaga di lapangan IKADA Jakarta.

Proses pembuatan teks proklamasi baru di buat pada saat peristiwa Rengasdengklok, ketika Ir Soekarno dan Moh Hatta di culik. Mereka membuat teks proklamasi di kediaman salah seorang warga Tionghoa yaitu Djiaw Kie Siong.

Saat diskusi pembuatan teks proklamasi di dalam rumah, bendera merah putih yang di jait oleh Ibu Fatmawati telah dikibarkan pada hari Kamis, tanggal 16 Agustus 1945 untuk pertama kalinya.

Pengibaran dilakukan dalam rangka persiapan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia oleh Soekarno dan Hatta.

Jusuf Kunto diutus untuk berunding dengan golongan muda yang ada di Jakarta, mengingat mereka tidak mendapat kabar dari pemuda yang bersiap di Jakarta. Namun saat Kunto sampai, dia hanya bisa menemukan Mr Achmad Soerbardjo dan Wikana.

Achmad Soebardjo dan Jusuf Kunto segera menjemput Fatmawati, Guntur, Ir Soekarno dan Moh Hatta di Rengasdengklok. Mereka membawa Soekarno Hatta ke Jakarta untuk membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada awalnya mereka ingin pembacaan teks proklamasi dilakukan pada tanggal 16 Agustus 1945 di malam hari, pembacaan dilakukan di Jalan Pegangsaan Timur No 56  dikediaman dari Ir Soekarno. Namun teks proklamasi baru selesai di ke esokkan harinya.

Jadi pembacaan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 . Ir Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan dan menjadi awal kebangkitan dari bangsa Indonesia, sebab gejolak di seluruh wilayah Indonesia mulai bergerak.

Disamping itu, orang yang mengetik teks proklamasi bangsa Indonesia adalah Sayuti Malik. Dia menggunakan mesin tik yang di ambil secara paksa dari Kantor Perwakitan AL (Angkatan Laut) Jerman yang bernama Mayor Dr Hermann Kandeler.

Akhir Peristiwa Rengasdengklok

Pada proses penjemputan Soekarno Hatta ke Jakarta oleh Jusuf Kunot dan Achmad Soebardjo ke Jakarta, Soebardjo menjadi sosok yang sangat penting, pasalnya dialah yang meyakinkan kepada seluruh pemudah yang menduduki kediaman presiden pertama.

Dia meyakinkan kepada kaum pemuda, bahwa teks proklamasi akan dibacakan segera, paling lambat pukul 12:00 WIB keesokkan harinya.

Pemuda-pemuda percaya kepadanya, sebab Soebardjo menjadikan nyawanya sebagai jaminan untuk bisa melepaskan Ir Soekarno dan Moh Hatta. Oleh karena itu, dia di angkat menjadi komandan di Kompi PETA, sehingga masyaraka melepas Soekarno Hatta untuk ke Jakarta.

Demikian perjalanan perjuangan bangsa Indonesia dalam peristiwa Rengasdengklok yang menjadi awal dari kebangkitan bangsa Indonesia. Meski setelah pembacaan teks proklamasi Indonesia masih mengalami penjajahan oleh Belanda setelah Jepang pergi.

Sebagai warga negara Indonesia kita harus mengetahui sejarah peristiwa Rengasdengklok, tanpa pejuang-pejuang kemerdekaan Indonesia belum tentu diakui oleh negara lain. Selain itu, seluruh pemuda di seluruh Nusantara mulai ikut melakukan gerakan besar kemerdekaan.

Sumber Referensi
  1. Peristiwa Rengasdengklok: Penculikan atau Pengamanan. http://www.berdikarionline.com/. Diakses pada 28 Desember 2017.
  2. Her Suganda. 2009. Rengasdengklok Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945. Jakarta: Kompas.
  3. Nugroho, Arifin dan Ipong Jazimah. 2011. Detik – Detik Proklamasi: Saat-saat Menegangkan  Menjelang Kemerdekaan Republik. Yogyakarta: Narasi
  4. Zahorka, Erwig. SEJARAH DARI TUGU PERINGATAN PAHLAWAN JERMAN
    DI ARCA DOMAS, INDONESIA. bogor.indo.net.id. Diakses pada 28 Desember 2017.

Serba-serbi Sistematika UUD 1945

Undang Undang Dasar 1945 menjadi satu pokok yang mengatur kehidupan masyarakat Indonesia. Undang Undang Dasar 1945 ini sudah mengalami beberapa kali perubahan atau juga dikenal dengan istilah amandemen.

Baik sebelum atau setelah dilakukan amandemen, terdapat sistematika UUD 1945 yang sudah ditetapkan dan diamandemen sesuai dengan kebutuhan.

 Sistematika UUD 1945 Secara Umum

Indonesia sudah mengalami beberapa kali amandemen Undang Undang Dasar 1945. Tujuan dari amandemen tersebut adalah untuk memperjelas, menyempurnakan, melakukan koreksi tanpa mengubah pasal-pasal yang ada, dan memperbaiki kesalahan yang ada di dalamnya. Hal ini menjadi dasar dari dilakukannya amandemen Undang Undang Dasar 1945.

Undang Undang Dasar Republik Indonesia sudah mengalami beberapa kali amandemen dan menghasilkan sistematika UUD 1945 yang tetap sama dengan sebelumnya, namun sedikit berbeda di bagian isi.

Amandemen tersebut tak mengubah dasar negara, bentuk negara, dan bentuk pemerintahan yang ditetapkan sejak dulu, sesuai dengan awal mula pembuatannya.

Mulai zaman proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai sekarang, sudah berlaku 3 macam Undang Undang Dasar yang digunakan dalam 8 periode, yaitu UUD 1945, UUD RIS 1949, dan UUDS 1950.

Setelah itu, Indonesia kembali menggunakan UUD 1945 yang diamandemen sebanyak 4 kali. Hasil amandemen tetap menganut sistematika UUD 1945 seperti dasarnya.

Sebelum diamandemen, sistematika UUD 1945 antara lain sebagai berikut ini.

  1. Pembukaan: terdiri dari 4 alenia serta 4 pokok pikiran.
  2. Batang tubuh terdiri dari 16 bab, 37 pasal, 4 aturan peralihan, serta 2 aturan tambahan.
  3. Penjelasan terdiri dari penjelasan umum serta pasal demi pasal.

Setelah dilakukan amandemen, sistematika UUD 1945 yang berlaku seperti berikut.

  1. Pembukaan UUD 1945 terdiri dari 4 alenia serta 4 pokok pikiran.
  2. Batang tubuh yang terdiri 16 bab, 37 pasal, 4 aturan peralihan, serta 2 aturan tambahan.
  3. Penjelasan yang terdiri dari penjelasan umum dan juga pasal demi pasal.

Makna Tiap Alenia Pada Sistematika UUD 1945 Bagian Pembukaan

Terdapat 4 alenia pada sistematika UUD 1945 bagian pembukaan. Tiap alenia ini terdiri dari pokok pikiran yang berbeda.

Pokok pikiran pada alenia pertama menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang ingin menghapuskan bentuk penjajahan, karena hal penjajahan bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

Alenia kedua menjelaskan bahwa bangsa Indonesia akan berusaha untuk mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Alenia ketiga menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang mendambakan keseimbangan dan kesinambungan antara kehidupan materiil dan spiritual atau bisa juga disebut keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Makna dari alenia keempat pada UUD 1945 menegaskan bahwa Indonesia ingin melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia dengan dasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Seluruh pokok bahasan dalam tiap alenia pada pembukaan Undang Undang Dasar 1945 tersebut tak berubah dari waktu ke waktu, meski melalui beberapa kali amandemen.

Hal ini juga masih bisa kita temukan kesamaannya sesuai dengan sistematika UUD 1945 yang masih ada sampai sekarang, sesuai dengan cita-cita, fungsi, dan juga tujuan bangsa Indonesia.

Adanya sistematika UUD 1945 yang dipertahankan hingga kini memiliki makna mendalam yang bukan hanya sebatas tertulis atau tercetak, melainkan juga menjadi sebuah pedoman untuk kita sebagai rakyat Indonesia.

Hal ini juga sudah diperjelas dengan adanya pasal dan penjelas yang ada di dalam bagian isi dan akhir dari Undang Undang Dasar 1945.

Sumber referensi
  1. Anonim. Undang-Undang Dasar. hukumonline.com. Diakses pada 4 anuari 2018.
  2. Jimly Asshiddiqie. “Konsolidasi naskah UUD 1945. Penerbit: Yarsif Watampone, Jakarta, Indonesia. 2003.
  3. Widjaya, A. W. 1985. Sistematika undang-undang dasar 1945 (Berita Republik Indonesia tahun II nomor 7 tanggal 15 Februari 1946. Alumni, 1985

Sejarah Lengkap Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia

Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia – Pancasila sendiri terdiri dari 2 suku kata Sansekerta yaitu Panca yang berarti lima dan Sila berarti dasar atau asas atau prinsip, sehingga Pancasila di kenal sebagai ideologi bangsa Indonesia atau philosophische groundslag.

Ketika ingin membuat sebuah peraturan dalam pemerintah, Pancasila menjadi acuan dalam setiap Undang-Undang Dasar, maka bisa dikatakan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Hal ini dituangkan dalam UUD 1945 Alinea IV.

Di dalam hukum, Pancasila bersifat fundamenta atau tetat, sehingga tidak bisa dirubah dan setiap aturan harus mengacu kepada Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karena itu, setiap sistem ketatanegaraan harus berdasarkan asas yang ada di Pancasila.

Lima alinea yang ada pada Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Walaupun sudah mengalami perubahan kandungan dan urutan setiap sila, tetap menjadi dasar negara.

Sejarah Terbentuknya Pancasila

Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua dari badan penyelidikkan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia.

Di tanggal 1 Maret 1945 terjadi sidang, pada pidato Radjiman bertanya kepada audiens, mengenai dasar negara yang akan dibentuk.

Pada saat sidang banyak usulan pribadi untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, diantaranya adalah

Rumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara

  • Pada tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin merumuskan 5 dasar yaitu Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Menurutnya 3 asas itu diambil dari peradaban, sejarah, ketatanegaraan, dan Agama yang ada di Indonesia, namun Mohammad Hatta meragukan hal tersebut.
  • Muh Yamin juga menyampaikan rumusan tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, kebangsaan persatuan Indonesia, rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Pada tanggal 31 Mei 1945, Dr Soepomo juga memberi rumusan yang berbunyi persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah dan keadilan rakyat
  • Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir Soekarno mengemukakan Pancasila yang ada pada pidato spontan beliau, kemudian hari inilah dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. Soekarno mengatakan dasar-dasarnya yaitu kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau disebut dengan peri kemanusiaan, mufakat atau juga demokrasi, dasar permusyawaratan, dasar perwakilan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan. Dia menamainya Pancasila dan sekarang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Ketika sidang tersebut belum berakhir, maka dibentuklah panitia kecil yang bertugas untuk merumuskan kembali Pancasila yang digunakan sebagai dasar negara. Adapun dasar hal ini adalah pidato Ir Soekarno dan menjadikannya sebagai teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Panitia kecil tersebut di kenal dengan Panitia Sembilan, dimana terdiri dari 9 orang. Pada 22 Juni 1945 usulan ini disetujui, sampai akhirnya muncul yang kita kenal sebagai Piagam Jakarta.

Setelah Pancasila sebagai dasar negara, maka secara resmi ditetapkan di beberapa dokumen seperti Jakarta Charter (piagam Jakarta) pada 22 Juni 1945, Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945, dan Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia pada 27 Desember 1949.

Tanggal 1 Juni 2016 di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, ditandatanganilah Keppres (Keputusan Presiden) No 24 tahun 2016. Hal ini mengenai hari lahirnya Pancasila dan menjadi hari libur nasional yang dimulai tahun 2017.

Hari Kesaktian Pancasila Sebagai Dasar Negara

Tanggal 1 Oktober di kenal sebagai hari kesaktian Pancasila atas dasar kejadian 30 September 1965.

Ketika itu terjadi gerakkan G30S (Gerakkan 30 September), insiden tersebut didalangi oleh PKI (partai komunis Indonesia), mereka bertujuan untuk mengganti ideologi Indonesia menjadi komunis dengan membunuh 6 jendral dan 1 kapten.

Kudeta PKI berhasil digagalkan oleh otoritas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan G30S berhasil diredam. Jadi pemerintah orde baru mengatakan 30 September menjadi hari kesaktian Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Manfaat Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila sebagai sumber hukum utama dalam pemerintahan, sehingga Pancasila banyak manfaat, diantaranya:

  • Cita-cita hukum yang menjadi dasar sebuah negara
  • Pancasila sebagai jiwa dari Indonesia
  • Menjadi pribadi bangsa Indonesia, dimana Pancasila lahir bersama hadirnya bangsa Indonesia, sehingga menjadi ciri khas dalam sikap yang membedakan dengan negara lain
  • Perjanjian Luhur, ketika sidang PPKI (panitia persiapan kemerdekaan Indonesia) tanggal 18 Agustus 1945 disetujui secara nasional, bahwa Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Dasar hukum Negara, jadi semua undang undang yang ada di Indonesia harus berdasarkan Pancasila dan sama sekali tidak bertentangan

Pengamalan Pancasila dalam Setiap Butir

  • Ketetapan MPR No.II/MPR/1978
  1. Ketuhanan yang Maha Esa
    • Bertakwa kepada tuhan yang maha Esa, maka sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing dengan berlandaskan kepada kemanusiaan yang adil dan beradab
    • Saling hormat dan saling bekerja sama, meski memiliki berbeda kepercayaan, sehingga terbentuk kerukunan hidup
    • Tidak memaksa agama kepada orang lain
    • Kebebasan dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah setiap agama
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Saling menyayangi sesame manusia
  • Mengakui persamaan kewajiban, persamaan derajat dan persamaan hak manusia
  • Memiliki sikap tenggang rasa
  • Kegiatan kemanusiaan
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
  • Menjadi bagian seluruh umat manuisa, hal ini terlihat dari kerja sama dengan bangsa lain yang terjalin dengan baik
  1. Persatuan Indonesia
  • Cinta tanah air bangsa
  • Rela berkorban demi membela bangsa dan negara
  • Bangga sebagai warga Indonesia
  • Memperluas pergaulan demi membentuk kesatuan bangsa
  • Meletakkan persatuan, kesatuan, keselamatan dan kepentingan negara di atas kepentingan golongan dan pribadi
  1. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  • Musyawarah untuk mufakat dan kekeluargaan
  • Pengambilan keputusan melalui musyawarah dalam kepentingan bersama
  • Mengutamakan kepentingan negara dari pada pribadi
  • Tidak memaksakan keinginan sendiri terhadap orang lain
  • Musyawarah dilakukan dengan fikiran yang sehat dan hati nurani
  • Melaksanakan dan menerima hasil musyawarah dengan iktikad baik
  • Setiap keputusan dapat dan harus bisa dipertanggung jawabkan kepada Tuhan yang Maha Esa dengan menjunjung tinggi martabat manusia beserta nilai keadilan dan kebenaran
  1. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
  • Menjaga keseimbangan baik itu kewajiban dan hak
  • Bersikap adil
  • Menghormati hak orang lain
  • Tolong menolong
  • Tidak melakukan pemerasan
  • Tidak merugikan orang lain
  • Rasa saling menghargai
  • Berusaha bersama untuk membangun kesejahteraan secara merata serta berkeadilan sosial

Pancasila sebagai dasar negara karena memiliki makna yang bernilai filsafat dasar, sehingga menjadi dasar bagi ketatanegaraan pemerintah. Selain itu Pancasila memiliki nilai dasar abstrak atau normatif untuk menjadi motivator dalam bernegara.

Sumber referensi
  1. Hatta, Mohammad (2015). Politik, Kebangsaan, Ekonomi (1926-1977). Jakarta: Kompas. hlm. 309. ISBN 9789797099671.
  2. Saafroedin Bahar (ed). (1992) Risalah Sidang BPUPKI-PPKI 29 Mei 1945-19 Agustus 1945. Edisi kedua. Jakarta: SetNeg RIselanjutnya disebut Risalah 2
  3. Suwarno, P.J. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. hlm. 12.

Apa Tujuan Otonomi Daerah?

Otonomi daerah artinya adalah sebah wewenang, hak serta kewajiban daerah otonom untuk mengurus pemerintahan dan kepentingan masyarakat tanpa campur tangan pihak lain namun harus sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini dimaksudkan agar daerah yang mendapatkan hak istimewa tersebut bisa mengatur segala urusan termasuk memaksimalkan potensi yang ada di wilayah tersebut.

Contoh konkrit daerah di Indonesia yang berhak mengatur rumah tangga sendiri adalah Daerah Istimewa Aceh dan Daerah Istimewa Yogjakarta.

Kedua daerah tersebut memiliki hak dan wewenang mengatur seluruh pemerintahan tanpa ada campur tangan pemerintah pusat atau disebut otonomi daerah.

Pelaksanaan otonomi daerah

Titik fokus yang menjadi perhatian pemerintah daerah yang mendapatkan hak otonomi adalah mengembangkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan otonomi daerah memiliki dasar hukum yang jelas sesuai peraturan yang berlaku.

Dasar hukum tersebut antara lain Undang-Undang Dasar 1945 pasal 18 ayat 1-7, pasal 18 a ayat 1-2, pasal 18b ayat 1-2, ketetapan MPR RI tahun 1998 dan 2004 serta UU no 32 dan 33 tahun 2004 serta UU 23 tahun 2014 yang terbaru.

 Asas atau dasar

Desentralisasi

Desentralisasi merupakan sebuah pemberian wewenang dari pemerintah pusat yang ditujukan kepada pemda atau pemerintah daerah guna mengurus urusan dari daerahnya sendiri.

Dekosentrasi

Dekosentrasi disebut sebagai pelimpahan kewenangan dari pemerintahan pusat yang ditujukan sebagai alat untuk melengkapi kelengkapan pemerintahan pusat dimana lokasinya pada daerah tertentu guna mengadakan urusan sesuatu

Tugas pembantuan

Bisa dikatakan jika tugas pembatuan ini merupakan sebagian dari urusan pemerintah daerah provinsi atau pemerintah pusat yang ditujukan ke pemerintahan kabupaten atau kota guna melaksanakan pengurusan pemerintahan yang sudah menjadi kewenangan daerah provinsi.

Tujuan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia

Berikut ini adalah tujuan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia yang diharapkan mampu dicapai oleh kebijakan istimewa tersebut.

Meningkatkan pelayanan terbaik untuk masyarakat daerah

Diharapkan pemerintah daerah bisa meningkatkan pelayanan bagi masyarakat di daerah mereka masing-masing tanpa harus meninggu pemerintah pusat.

Mengembangkan demokrasi lebih baik

Otonomi sangat bermanfaat untuk mengembangkan sikap demokrasi misalnya pemerintah daerah hendak membentuk organisasi atau pemilukada. Semua keputusan bisa saja dilakukan tanpa harus menunggu instruksi dari pusat.

Memeratakan keadilan dan wilayah

Adanya kebebasan hak, wewenang dan kewajiban pemerintah daerah mengatur sendiri membuat mereka lebih bisa memeratakan keadilan dan melakukan pemekaran wilayah sesuai kebutuhan.

Menjalin komunikasi yang baik antara daerah dan pusat

Meski memiliki hak dan wewenang, pemerintah daerah tetap harus mendiskusikan semua kebijakan dengan pemerintah pusat. Hal inilah yang membuat jalinan komunikasi antara daerah dan pusat terjaga dengan baik.

Memberdayakan dan meningkatkan daya saing masyarakat

Pemerintah daerah membebaskan masyarakat membentuk organisasi yang bisa meningkatkan dan memajukan daerah misalnya Karang Taruna dan lain-lain.

Pemaksimalan potensi daerah pun diharapkan bisa memberikan angina segar bagi kemajuan daerah.

Menumbuhkan karakter daerah

Karakter atau ciri khas daerah bisa terkelola dengan baik sehingga mampu meningkatkan banyak sektor misalnya sektor perekonomian.

Pemerintah daerah pun bisa mengatur sendiri dengan mengajak serta masyarakat daerah ikut berperan.

Memaksimalkan potensi lembaga daerah

DPRD adalah salah satu lembaga daerah yang turut aktif menciptakan kebijakan otonomi daerah yang akan memaksimalkan potensi masyarakat setempat.

Mereka juga akan menjadi perantara efektif menyalurkan aspirasi masyarakat daerah langsung ke pemerintah pusat.

Otonomi daerah telah diatur dalam Undang-Undang yang berarti segala kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan dikelola oleh pemerintah daerah yang diawasi pemerintah pusat.

Sumber referensi
  1. Anonim. 2017. 10 Tujuan Pelaksanaan Otonomi Daerah di Indonesia. Guruppkn.com
  2. Chalid, Pheni. 2005. Otonomi daerah: masalah, pemberdayaan, dan konflik. Kemitraan
  3. Sujamto. 1990. Perspektif otonomi daerah. Rineka Cipta

Apa Pengertian Norma?

Norma adalah ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan masyarakat. Orang yang ingin hidup harmonis maka wajib mematuhi aturan atau ketentuan tersebut jika tidak ingin mendapatkan sanksi baik hukum atau sosial.

Pengertian norma sendiri adalah tatanan atau pedoman yang diciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang sifatnya memaksa atau manusia wajib tunduk pada peraturan tersebut.

Ada beberapa ahli yang mengemukakan beberapa pengertian tentang norma diantaranya:

John J. Macionis

Dikemukakan jika normat menurutnya adalah sebuah harapan atau aturan masyarakat yang akan memandu perilaku dari anggota didalamnya.

Robert Mz. Lawang

Menurut Robert norma seperti gambaran dari apa yang diinginkan itu merupakan sesuatu yang pantas atau baik sehingga suatu anggapan yang baik perlu juga untuk dihargai sebagaimana mestinya.

Hans Kelsen

Dirumuskan oleh Hans jika norma dikatakan sebagai sebuah perintah yang anonim dan tidak personal.

Soerjono Soekarno

Menurut Soerjono, norma dikatakan sebagai perangkat dalam masyarakat agar hubungan bisa terjalin baik.

Isworo hadi Wiyono

Menurut Isworo norma dikatakan sebagai sebuah petunjuk atau peraturan dalam hidup yang mampu memberikan ancar-ancar tentang perbuatan mana saja yang harus dilakukan atau dihindari.

Ciri norma sosial

1-Norma sosial tidak tertulis yang artinya hanya diingat dan diserap masyarakat sebelum dipraktekkan dalam interaksi sosial.

2-Merupakan hasil kesepakatan bersama yang wajib ditaati sebab berfungsi mengarahkan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

3-Mengalami perubahan sepanjang waktu sebab norma dibuat sesuai dengan interaksi sosial yang terus berkembang dimasyarakat tersebut.

4-Wajib ditaati bersama karena lahir dari keinginan semua orang dalam kelompok masyarakat.

5-Memberikan sanksi pelanggaran kepada para pelaku yang melanggar peraturan tersebut.

Jenis-jenis norma dalam kehidupan masyarakat

Sesuai dengan pengertian norma, ada ragam jenis norma yang terbentuk dalam kehidupan masyarakat seperti berikut ini.

Norma susila

Peraturan yang muncul dari hati nurani manusia seperti adanya aturan baik dan buruk.

Contoh nyata adalah peraturan seperti jangan mencuri barang milik orang lain atau menghormati sesama manusia dan ragam aturan lain.

Norma kesopanan

Adalah jenis peraturan yang sangat sesuai dengan pengertian norma yang mengatur tatanan kehidupan masyarakat.

Norma inilah yang mengatur pergaulan dengan orang lain. Beberapa contoh peraturan tak tertulis tersebut antara lain memakai pakaian yang sopan saat menghadiri acara formal atau sekolah, tidak boleh meludah di depan orang lain dan sebagainya.

Norma agama

Ketentuan yang berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan tercantum dalam kitab suci yang wajib ditaati masing-masing pemeluknya.

Norma agama adalah peraturan yang fundamental hingga mempengaruhi norma sosial, kesopanan dan lainnya.

Norma hukum

Adalah peraturan yang diberikan pejabat berwenang untuk mengatur perilaku dan kehidupan masyarakat yang seimbang.

Peraturan yang dibuat pun untuk melindungi dan menjaga kehidupan masyarakat sendiri.

Bagi para pelaku yang melanggar akan dikenai sanksi berupa kurungan penjara atau denda yang dipaksakan oleh pemerintah yang berwenang.

Tentu jika ingin mendapatkan kehidupan yang aman, damai dan selaras wajib mentaati semua norma yang berlaku.

Pengertian norma menjadi salah satu unsur yang perlu dipahami banyak orang jika ingin memiliki tempat dalam pergaulan sesama manusia.

Banyak orang pasti diajarkan mengenai aturan-aturan tak tertulis saat hidup dalam masyarakat.

Misalnya wajib berbicara sopan atau membungkuk pada orang yang lebih tua, mengetuk rumah terlebih dahulu atau mengucap salam bertemu dengan orang lain di jalan serta contoh konkrit lain.

Hal itu tentu merupakan wujud aplikasi pengertian norma sosial yang berlaku dalam masyarakat luas.

Sumber referensi
  1. Idianto Muin. 2013. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X. Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Erlangga.
  2. E.Sumaryono. 2002. Etika & hokum.  Penerbit Kanisius
  3. Sudarmi, Sri. 2009. Sosiologi 1 Kelas X SMA/ MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  4. Anonim. 2015. Pengertian Norma, Ciri-Ciri, Macam-Macam & Contoh-Contohnya. Artikelsiana.com
  5. Komunitas Guru PKn. 2014. PENGERTIAN NORMA, MACAM-MACAM NORMA, DAN SANKSI BAGI PELANGGAR NORMA.

Pengertian Cerita Fantasi

Cerita fantasi adalah sebuah genre cerita yang berbentuk khayalan, angan-angan atau imajinasi pengarang yang diceritakan dalam alur normal.

Biasanya cerita ini memang sedikit dilebihkan dalam membangun setting, penokohan atau konflik yang tidak realistis. Malah hal itu yang membuat genre ini menonjol bahkan disukai banyak orang.

Ciri umum cerita fantasi

Ada beberapa ciri-ciri yang masuk dalam klasifikasi umum cerita fantasi berikut ini:

Ada unsur keajaiban atau keanehan di dalam cerita

Unsur yang paling dominan dalam genre fantasi adalah adanya sebuah keajaiban, misterius serta keanehan dalam plot cerita yang dibangun.

Berbagai keajaiban tersebut merupakan rekaan penulis yang biasanya mengambil tema magis, supranatural atau futuristik.

Menggunakan latar yang bervariasi

Unsur lain yang mendukung genre cerita fantasi adalah penggunaan latar yang bervariasi yakni merujuk kehidupan sehari-hari atau latar yang tidak ada dalam dunia realistis. Bisa pula diceritakan menembus dimensi ruang dan waktu.

Tokoh yang memiliki kesaktian atau keunikan

Tokoh dalam cerita biasanya memiliki watak atau kekuatan yang istimewa. Mereka melewati kejadian yang eksklusif misalnya tokoh Harry Potter yang memiliki kemampuan sihir dan mengalami banyak kejadian luar biasa di sekolah sihir Hogwarts.

Memiliki sifat fiksi

Rangkaian cerita fantasi biasanya memiliki sifat fiktif, ilusif atau fantastis. Bisa pula cerita tersebut menggunakan latar atau obyek dalam kehidupan nyata atau dipengaruhi oleh legenda atau mitos yang banyak berkembang di masyarakat.

Bahasa yang digunakan

Para pengarang fantasi biasanya menggunakan bahasa yang beragam, ekspresif dan menonjol. Ragam percakapan tidak baku membangun alur cerita yang menarik.

Jenis cerita fantasi

Berikut ini, beberapa jenis cerita fantasi yang mungkin perlu diketahui.

Fantasi total dan irisan(sebagian)

Fantasi total adalah cerita yang dibangun penulis merupakan cerita yang total tidak menggunakan kehidupan di dunia nyata seperti The Lord of The Rings.

Fantasi sebagian atau irisan adalah cerita yang memerlukan latar, obyek atau nama dalam kehidupan nyata yang bercampur dengan kehidupan fantasi.

Fantasi sezaman dan lintas waktu

Fantasi sezaman adalah jenis cerita yang menggunakan satu masa misalnya masa kini, masa lampau atau futuristik.

Sedangkan fantasi lintas waktu adalah cerita yang menggunakan dua latar yang berbeda baik masa kini dengan masa prasejarah atau menggabungkan dengan unsur futuristik.

Banyak sekali cerita fantasi yang ada di dunia mampu menuai kesuksesan secara finansial karena cara membangun plot imajinatif yang memukau.

Dengan memahami pengertian, unsur umum serta jenis fantasi akan memberikan informasi untuk para penulis yang tertarik membidik genre favorit pembaca ini.

Beberapa cerita fantasi yang telah sukses di layar lebar antara lain The Hunger Games, Harry Potter, Trilogi the Lord of the Rings, Narnia, dan lain sebagainya. Selain itu ada beberapa film animasi dengan isi cerita fantasi seperti Doraemon, Upin Ipin, Si Unyil, Kelarga Pak Somat, dan Adi dan Sopo Jarwo.

Buku fenomenal seri Harry Potter, Twilight, The Hunger Games, The Lord of The Rings atau Chronicles of Narnia adalah contoh beberapa cerita fantasi yang mendunia.

Cerita tersebut begitu menghipnotis sehingga diangkat ke layar lebar yang juga menarik minat banyak penonton.

Indonesia kini semakin membutuhkan generasi yang mampu membuat atau melahirkan karya cerita fantasi yang unik bahka menarik.

Nah, buat adik-adik yang kini sedang mengenyam bangku pendidikan dan suka dengan dunia ini, cobalah berkreasi. Siapa tahu film karyamu bisa laris dipasaran.

Sumber referensi
  1. Masyarakat Linguistik Indonesia. 2006. Linguistik Indonesia. Masyarakat Linguistik Indonesia.
  2. Herman J. Waluyo. 1994. Pengkajian cerita fiksi. Sebelas Maret University Press
  3. Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. PenerbitGarudhawaca
  4. Anonim. 2016. Pengertian, Ciri Umum, Jenis-jenis Cerita Fantasi. Inirumahpintar.com

Apa Isi Piagam Jakarta?

Pada masa perang Jepang melawan negara Sekutu, Indonesia mendapat janji kemerdekaan yang direalisasikan dalam bentuk BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Pembentukan badan ini terjadi pada tanggal 29 April 1945 yang dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 sebagai bentuk nyata janji Jepang.

Dalam menyiapkan segala kebutuhan atau persiapan kemerdekaan, faktanya BPUPKI pun memiliki banyak masalah perbedaan hingga melahirkan Piagam Jakarta.

Proses terbentuknya Piagam Jakarta

Pada masa reses, telah terbentuk Panitia Sembilan yang beranggotan 9 orang untuk mengumpulkan gagasan-gagasan terkait persiapan kemerdekaan Indonesia.

Panitia ini pula yang menyusun naskah teks proklamasi yang akhirnya menjadi mukadimah atau pembukaan UUD 1945 yang disebut sebagai Piagam Jakarta.

Ada beberapa rumusan yang diusulkan seperti Ir Soekarno dan Moehamad Yamin hingga tersepakati menjadi sila dasar Pancasila.

 Isi Piagam Jakarta

Selain menjadi pembuka UUD 1945 yang sering dibaca saat ini, isi dari naskah Piagam Jakarta atau sering pula disebut sebagai Jakarta Charter berikut ini.

1-Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

2-Kemanusiaan yang adil dan beradab

3-Persatuan Indonesia

4-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan/keadian.

5-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Intisari tersebut dirumuskan oleh Panitia Sembilan yang terdiri dari Ir Soekarno, Drs Mohammad Hatta, MR A Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdoel Kahar Muzakir, Agoes Salim, Mr Ahmad Soebarjo, Wahid Hasjim dan Mr Moehammad Yamin.

Hasil tersebut kemudian diumumkan sebelum terjadi keretakan akibat silang pendapat.

Ketika sidang kedua BPUPKI dimana ketika itu diagendakan penyusunan UUD, Piagam Jakarta kemudian dijadikan sebagai prembule atau Muqaddimah.

Istilah dari muqaddimah itupun kemudian diganti tepatnya ketika UUD 1945 disahkan PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 menjadi Pembukaan UUD.

Butir pertama dari Piagam Jakarta yang mengemukakan tentang kewajiban untuk menjalankan syariat Islam khusus bagi pemeluknya kemudian diganti dengan sila 1 Pancasila yang kita kenal sekarang “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Pergantian ini dilakukan atas usul A.A. Marawis oleh Drs. M. Hatta. Adapun perihal penggantian ini telah dikonsultasikan dengan Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, dan Teuku Muhammad Hassan. Naskah Piagam Jakarta kemudian ditulis dan ditandatangani oleh Panitia Sembilan.

Perkembangan Piagam Jakarta

Faktanya, apa yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan mendapatkan banyak kecaman dari para rakyat di bagian wilayah Indonesia Timur.

Hal ini disebabkan oleh adanya ayat pertama yang mencakup nilai Islam bagi para pemeluknya.

Jika sila tersebut tidak diubah maka wilayah Indonesia tingah hingga timur memilih melepaskan diri dari Indonesia.

Hal ini pula yang membuat dasar kelahiran Pancasila yang dikenal sebagai ideologi Bhinneka Tunggal Ika Indonesia.

Kini, Piagam Jakarta telah berubah menjadi sila yang tercantum dalam ideologi Pancasila.

Perubahan tersebut ada pada sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa setelah Ir Soekarno pun menghubungi Moh Hatta dan wakil-wakil delegasi Islam.

Setelah diadakan konsultasi, pihak delegasi Islam  sebelumnya menolak atau keberatan dengan perubahan tersebut.

Namun, semua orang pun menyetujui perubahan tersebut demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasil perubahan tersebut diumumkan dalam sidang pleno PPKI sebelum akhirnya disahkan sebagai ideologi negara pada tanggal 18 Agustus 1945 termasuk keputusan mengenai pemerintahan sementara setelah Jepang menyerah pada sekutu.

Itulah sejarah dan isi Piagam Jakarta tentu wajib diketahui seluruh penduduk Indonesia khususnya para generasi penerus untuk mencintai dan menghargai upaya para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia.

Referensi
  1. Sjaichu, H.A. 1966. MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA REPUBLIK INDONESIA No. XX/MPRS/1966. Diambil dari tatanusa.co.id
  2. Saifuddin Anshari, Endang. 1983.  Piagam Jakarta 22 Juni 1945: dan sejarah konsensus nasional antara nasionalis Islami dan nasionalis “Sekular” tentang dasar negara Republik Indonesia 1945-1959. Penerbit Pustaka.

Apa Perbedaan Nabi dan Rasul?

Nabi adalah orang yang menerima wahyu dari Tuhan mengenai agama dan misinya berdasarkan pengertian agama Samawi. Tentu pengertian tersebut telah ada dalam pemahaman Yahudi dan Kristen.

Arti Nabi dalam Yahudi dan Kristen adalah seorang pemimpin suatu umat yang diberi tugas untuk memeringatkan agar kaumnya tidak menyimpang dari perintah Allah.

Diceritakan jika awal mula sejarah kenabian ini dimulai setelah masa Samuel. Samuel sendiri adalah pemimpin atau hakim terakhir sebelum adanya sistem monarki.

Meski begitu para teolog memercayai jika tradisi ini dimulai semejak munculnya Yosua yang menjadi pengganti dari Musa.

Gereja Kristen pun juga memahami Nabi sebagaimana pemahaman Yahudi. Namun ada juga yang memahami Nabi sebagai seorang yang memiliki kemampuan meramalkan kejadian yang terjadi di masa mendatang.

Sedangkan dalam pemahaman Islam, Nabi sendiri adalah seseorang terpilih yang melanjutkan syariat dari Rasul sebelumnya dan tidak wajib menyampaikan.

Tak heran jika disebutkan bahwa ada banyak Nabi baik dalam kitab suci namun ada 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui dalam Islam.

Pengertian Rasul

Rasul adalah orang terpilih yang menerima wahyu dari Tuhan tentang agama dan wajib menyampaikan pada umat serta mengamalkan hal tersebut.

Maka, pantaslah disebut bahwa Nabi belum tentu Rasul sedangkan Rasul sudah pasti seorang Nabi. Rasul adalah pimpinan umat sedangkan Nabi belum tentu menjadi pemimpin.

Perbedaan Nabi dan Rasul yang lain yaitu Allah SWT mengkisahkan para Rasul tersebut dalam Al-quran sedangkan tidak semua Nabi dikisahkan. Ada empat Nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW adalah Nabi serta Rasul penutup dari semua Nabi yang pernah ada sebelumnya.

 Perbedaan Nabi dan Rasul

Hal-hal berikut ini merupakan perbedaan Nabi dan Rasul yang perlu diketahui.

1-Jenjang keRasulan lebih tinggi dibandingkan dengan Nabi yang tidak wajib menyampaikan risalah pada umat.

2-Rasul diutus untuk kaum kafir sedangkan Nabi biasanya diutus pada kaum yang beriman.

3-Rasul pun menyampaikan syariat baru kepada umatnya sedangkan Nabi mengikuti syariat yang dibawa Rasul sebelumnya.

4-Nabi yang pertama adalah Adam AS sedangkan Rasul pertama adalah Nuh AS.

5-Perbedaan Nabi dan Rasul yang mencolok adalah Allah SWT menyelematkan para Rasul dari usaha percobaan pembunuhan seperti Isa yang diangkat ke langit sedangkan diantara para Nabi, ada yang berhasil dibunuh kaum ingkar tersebut.

 Kriteria Nabi dan Rasul

Beberapa kriteria Nabi dan Rasul yang selalu melekat atau harus dipenuhi antara lain sebagai berikut.

1-Dipilih dan diangkat oleh Allah SWT sendiri.

2-Mendapat mandat atau wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri dan menyampaikan syariat.

3-Memiliki sifat cerdas.

4-Seorang laki-laki dari umat Adam AS. Tidak pernah disebutkan dalam kitab suci samawi atau Al-qur’an pun bahwa seorang Nabi atau Rasul berjenis kelamin perempuan.

5-Memiliki satu bahasa dengan kaumnya serta membawa peringatan pada kaum yang ingkar kepada Allah SWT.

Disebutkan pula dalam sebuah riwayat bahwa Nabi adalah orang yang menerima wahyu saat ia tertidur sedangkan Rasul menerima wahyu dari malaikat pada saat terjaga.

Itulah beberapa perbedaan Nabi dan Rasul yang mungkin bisa memberikan beberapa referensi yang bermanfaat.

Abu Zar meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda bahwa jumlah para Nabi ada 124 ribu sedangkan yang menjadi Rasul ada 312. Orang mukmin pun mungkin bertanya apa yang menjadi dasar perbedaan Nabi dan Rasul.

Sumber referensi
  1. Horton, Stanley M., Panorama of the Bible, Gospel Publishing House
  2. Muawiah, Abu. 2009. 5 Perbedaan Antara Nabi dan Rasul. Atsariyyah.com. Diakses pada 9 Januari 2012
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. 2002. Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid. Pustaka At-Tibyan