Faktor-Faktor Pembentuk Bangsa Indonesia

Faktor-faktor yang penting dalam pembentukan bangsa Indonesia terdiri dari beberapa hal yaitu faktor primordial atau kesamaan budaya, agama, peran tokoh masyarakat, faktor sejarah, persamaan nasib dan wilayah, ekonomi dan kelembagaan serta kebhinekaan yang memupuk persatuan. Berikut adalah penjelasan detailnya mengenai hal-hal tersebut:

1- Faktor primordial

Faktor primordial yaitu adanya kesamaan pandangan hidup antar daerah Indonesia yang erat dengan dasar adat istiadat, tradisi dan nilai budaya.

Ikatan primordial merupakan ikatan kekerabatan yang dibawa sejak lahir yang sangat erat kaitannya dengan kekerabatan dan kelompok.

2- Faktor keagamaan/sakral

Kesamaan agama yang dianut juga merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan bangsa Indonesia.

Indonesia menganut kepercayaan Ketuhanan yang mengakui 6 agama yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

Keenam agama ini memiliki tempatnya tersendiri dalam bangsa Indonesia. Masing-masing agama hidup berdampingan dibawah payung ideologi bangsa, Pancasila.

3- Tokoh masyarakat

Terbentuknya bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran serta tokoh-tokoh pejuang, seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Jend. Sudirman dan banyak lagi.

Para-para tokoh ini yang rela mengorbankan segalanya demi terbentuknya serta mempertahankan bangsa Indonesia yang merdeka dan bersatu. Adanya tokoh-tokoh atau pemimpin inilah yang mempersatukan tiap wilayah di Indonesia. 

4- Memiliki kesamaan nasib

Seperti yang tercatat dalam sejarah sebagian besar wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke pernah dijajah oleh bangsa asing.

Beberapa diantara negara-negara yang pernah menjajah Indonesia adalah Belanda, Portugis, Inggris, Spanyol, Jepang dan Prancis. Dengan total masa penjajahan selama 350 tahun.

Wajar saja keinginian untuk merdeka, berdiri diatas kaki sendiri adalah keinginan yang menjadi dambaan masyarakat Indonesia yang kemudian membentuk persatuan untuk melakukan perjuangan kemerdekaan.

5- Persamaan wilayah tempat tinggal

Indonesia adalah wilayah yang luas membentang ribuan kilometer dari Aceh sampai Papua. Namun demikian, satu wilayah terikat antara satu sama lain.

Salah satu yang menyebabkan persatuan antar wilayah ini adalah dikarenakan adanya kerajaan-kerajaan yang menghimpun secara bergantian sejak dulu mulai dari Sriwijaya, Demak, Majapahit, Kutai hingga kerajaan Goa di Sulawesi.

6- Faktor ekonomi

Berkembangnya masyarakat sejalan dengan perkembangan ekonomi yang pada akhirnya akan melahirkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan sesuai dengan aneka kebutuhan yang ada di masyarakat.

Semakin tinggi tingkat kualitas dan  variasi kebutuhan dimasyarakat semakin tinggi pula ketergantungan masyarakat tersebut satu sama lain, yang pada akhirnya akan meningkatkan solidaritas dan mempererat hubungan antar masyarakat.

7- Faktor kelembagaan

Faktor kelembagaan tak kalah pentingnya dalam proses pembentukan suatu bangsa.

Kelembagaan akan mempertemukan pemerintah sebagai instansi dengan berbagai kepentingan masyarakat sehingga terbentuk sebuah kepentingan nasional yang tidak saling membedakan untuk melayani setiap warga masyarakat.

Kehadiran partai politik yang bersifat umum dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung tanpa membedakan agama, ras dan golongan yang menghimpun kepentingan masyarakat dalam berbagai wilayah menjadi satu kesatuan.

Salah satu contoh kelembagaan lain adalah angkatan bersenjata yang setiap personilnya dibentuk dari berbagai golongan di masyarakat.

Kehadiran kelembagaan-kelembagaan inilah yang menjadi kontribusi dalam proses pembentukan sebuah bangsa.

8- Bhinneka Tunggal Ika

Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Prinsip inilah yang menjadikan bangsa Indonesia berdiri.

Setiap warga negara walaupun memiliki keterikatan pada identitas kelompoknya masing-masing, lebih memilih untuk bersatu sepakat untuk hidup bersama dalam kerangka politik dan dibawah payung hukum, menghargai perbedaan dibawah satu pemerintahan yang sah, Indonesia.

Referensi 
  1. Surbakti, Ramlan. Memahami Ilmu Politik. Grasindo. Diakses tanggal 25 Juli 2017.
  2. Soesastro, Hadi. 2005. Pemikiran dan permasalahan ekonomi di Indonesia dalam setengah abad terakhir: 1966-1982. Kanisius. Diakses tanggal 26 Juli 2017.
  3. Freedom of religion. 2010. Kebebasan beragama atau berkeyakinan: seberapa jauh? Kebebasan beragama atau berkeyakinan: seberapa jauh?. Kanisius. Diakses tanggal 26 Juli 2017.
  4. Chotib, dkk. 2006. Kewarganegaraan 1: Menuju Masyarakat Madani. Yudhistira Ghalia Indonesia. Diakses tanggal 26 Juli 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *