Pengertian Cerita Fantasi

Cerita fantasi adalah sebuah genre cerita yang berbentuk khayalan, angan-angan atau imajinasi pengarang yang diceritakan dalam alur normal.

Biasanya cerita ini memang sedikit dilebihkan dalam membangun setting, penokohan atau konflik yang tidak realistis. Malah hal itu yang membuat genre ini menonjol bahkan disukai banyak orang.

Ciri umum cerita fantasi

Ada beberapa ciri-ciri yang masuk dalam klasifikasi umum cerita fantasi berikut ini:

Ada unsur keajaiban atau keanehan di dalam cerita

Unsur yang paling dominan dalam genre fantasi adalah adanya sebuah keajaiban, misterius serta keanehan dalam plot cerita yang dibangun.

Berbagai keajaiban tersebut merupakan rekaan penulis yang biasanya mengambil tema magis, supranatural atau futuristik.

Menggunakan latar yang bervariasi

Unsur lain yang mendukung genre cerita fantasi adalah penggunaan latar yang bervariasi yakni merujuk kehidupan sehari-hari atau latar yang tidak ada dalam dunia realistis. Bisa pula diceritakan menembus dimensi ruang dan waktu.

Tokoh yang memiliki kesaktian atau keunikan

Tokoh dalam cerita biasanya memiliki watak atau kekuatan yang istimewa. Mereka melewati kejadian yang eksklusif misalnya tokoh Harry Potter yang memiliki kemampuan sihir dan mengalami banyak kejadian luar biasa di sekolah sihir Hogwarts.

Memiliki sifat fiksi

Rangkaian cerita fantasi biasanya memiliki sifat fiktif, ilusif atau fantastis. Bisa pula cerita tersebut menggunakan latar atau obyek dalam kehidupan nyata atau dipengaruhi oleh legenda atau mitos yang banyak berkembang di masyarakat.

Bahasa yang digunakan

Para pengarang fantasi biasanya menggunakan bahasa yang beragam, ekspresif dan menonjol. Ragam percakapan tidak baku membangun alur cerita yang menarik.

Jenis cerita fantasi

Berikut ini, beberapa jenis cerita fantasi yang mungkin perlu diketahui.

Fantasi total dan irisan(sebagian)

Fantasi total adalah cerita yang dibangun penulis merupakan cerita yang total tidak menggunakan kehidupan di dunia nyata seperti The Lord of The Rings.

Fantasi sebagian atau irisan adalah cerita yang memerlukan latar, obyek atau nama dalam kehidupan nyata yang bercampur dengan kehidupan fantasi.

Fantasi sezaman dan lintas waktu

Fantasi sezaman adalah jenis cerita yang menggunakan satu masa misalnya masa kini, masa lampau atau futuristik.

Sedangkan fantasi lintas waktu adalah cerita yang menggunakan dua latar yang berbeda baik masa kini dengan masa prasejarah atau menggabungkan dengan unsur futuristik.

Banyak sekali cerita fantasi yang ada di dunia mampu menuai kesuksesan secara finansial karena cara membangun plot imajinatif yang memukau.

Dengan memahami pengertian, unsur umum serta jenis fantasi akan memberikan informasi untuk para penulis yang tertarik membidik genre favorit pembaca ini.

Beberapa cerita fantasi yang telah sukses di layar lebar antara lain The Hunger Games, Harry Potter, Trilogi the Lord of the Rings, Narnia, dan lain sebagainya. Selain itu ada beberapa film animasi dengan isi cerita fantasi seperti Doraemon, Upin Ipin, Si Unyil, Kelarga Pak Somat, dan Adi dan Sopo Jarwo.

Buku fenomenal seri Harry Potter, Twilight, The Hunger Games, The Lord of The Rings atau Chronicles of Narnia adalah contoh beberapa cerita fantasi yang mendunia.

Cerita tersebut begitu menghipnotis sehingga diangkat ke layar lebar yang juga menarik minat banyak penonton.

Indonesia kini semakin membutuhkan generasi yang mampu membuat atau melahirkan karya cerita fantasi yang unik bahka menarik.

Nah, buat adik-adik yang kini sedang mengenyam bangku pendidikan dan suka dengan dunia ini, cobalah berkreasi. Siapa tahu film karyamu bisa laris dipasaran.

Sumber referensi
  1. Masyarakat Linguistik Indonesia. 2006. Linguistik Indonesia. Masyarakat Linguistik Indonesia.
  2. Herman J. Waluyo. 1994. Pengkajian cerita fiksi. Sebelas Maret University Press
  3. Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. PenerbitGarudhawaca
  4. Anonim. 2016. Pengertian, Ciri Umum, Jenis-jenis Cerita Fantasi. Inirumahpintar.com

Apa Isi Piagam Jakarta?

Pada masa perang Jepang melawan negara Sekutu, Indonesia mendapat janji kemerdekaan yang direalisasikan dalam bentuk BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Pembentukan badan ini terjadi pada tanggal 29 April 1945 yang dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 sebagai bentuk nyata janji Jepang.

Dalam menyiapkan segala kebutuhan atau persiapan kemerdekaan, faktanya BPUPKI pun memiliki banyak masalah perbedaan hingga melahirkan Piagam Jakarta.

Proses terbentuknya Piagam Jakarta

Pada masa reses, telah terbentuk Panitia Sembilan yang beranggotan 9 orang untuk mengumpulkan gagasan-gagasan terkait persiapan kemerdekaan Indonesia.

Panitia ini pula yang menyusun naskah teks proklamasi yang akhirnya menjadi mukadimah atau pembukaan UUD 1945 yang disebut sebagai Piagam Jakarta.

Ada beberapa rumusan yang diusulkan seperti Ir Soekarno dan Moehamad Yamin hingga tersepakati menjadi sila dasar Pancasila.

 Isi Piagam Jakarta

Selain menjadi pembuka UUD 1945 yang sering dibaca saat ini, isi dari naskah Piagam Jakarta atau sering pula disebut sebagai Jakarta Charter berikut ini.

1-Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

2-Kemanusiaan yang adil dan beradab

3-Persatuan Indonesia

4-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan/keadian.

5-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Intisari tersebut dirumuskan oleh Panitia Sembilan yang terdiri dari Ir Soekarno, Drs Mohammad Hatta, MR A Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdoel Kahar Muzakir, Agoes Salim, Mr Ahmad Soebarjo, Wahid Hasjim dan Mr Moehammad Yamin.

Hasil tersebut kemudian diumumkan sebelum terjadi keretakan akibat silang pendapat.

Ketika sidang kedua BPUPKI dimana ketika itu diagendakan penyusunan UUD, Piagam Jakarta kemudian dijadikan sebagai prembule atau Muqaddimah.

Istilah dari muqaddimah itupun kemudian diganti tepatnya ketika UUD 1945 disahkan PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 menjadi Pembukaan UUD.

Butir pertama dari Piagam Jakarta yang mengemukakan tentang kewajiban untuk menjalankan syariat Islam khusus bagi pemeluknya kemudian diganti dengan sila 1 Pancasila yang kita kenal sekarang “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Pergantian ini dilakukan atas usul A.A. Marawis oleh Drs. M. Hatta. Adapun perihal penggantian ini telah dikonsultasikan dengan Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, dan Teuku Muhammad Hassan. Naskah Piagam Jakarta kemudian ditulis dan ditandatangani oleh Panitia Sembilan.

Perkembangan Piagam Jakarta

Faktanya, apa yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan mendapatkan banyak kecaman dari para rakyat di bagian wilayah Indonesia Timur.

Hal ini disebabkan oleh adanya ayat pertama yang mencakup nilai Islam bagi para pemeluknya.

Jika sila tersebut tidak diubah maka wilayah Indonesia tingah hingga timur memilih melepaskan diri dari Indonesia.

Hal ini pula yang membuat dasar kelahiran Pancasila yang dikenal sebagai ideologi Bhinneka Tunggal Ika Indonesia.

Kini, Piagam Jakarta telah berubah menjadi sila yang tercantum dalam ideologi Pancasila.

Perubahan tersebut ada pada sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa setelah Ir Soekarno pun menghubungi Moh Hatta dan wakil-wakil delegasi Islam.

Setelah diadakan konsultasi, pihak delegasi Islam  sebelumnya menolak atau keberatan dengan perubahan tersebut.

Namun, semua orang pun menyetujui perubahan tersebut demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasil perubahan tersebut diumumkan dalam sidang pleno PPKI sebelum akhirnya disahkan sebagai ideologi negara pada tanggal 18 Agustus 1945 termasuk keputusan mengenai pemerintahan sementara setelah Jepang menyerah pada sekutu.

Itulah sejarah dan isi Piagam Jakarta tentu wajib diketahui seluruh penduduk Indonesia khususnya para generasi penerus untuk mencintai dan menghargai upaya para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia.

Referensi
  1. Sjaichu, H.A. 1966. MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA REPUBLIK INDONESIA No. XX/MPRS/1966. Diambil dari tatanusa.co.id
  2. Saifuddin Anshari, Endang. 1983.  Piagam Jakarta 22 Juni 1945: dan sejarah konsensus nasional antara nasionalis Islami dan nasionalis “Sekular” tentang dasar negara Republik Indonesia 1945-1959. Penerbit Pustaka.

Apa Perbedaan Nabi dan Rasul?

Nabi adalah orang yang menerima wahyu dari Tuhan mengenai agama dan misinya berdasarkan pengertian agama Samawi. Tentu pengertian tersebut telah ada dalam pemahaman Yahudi dan Kristen.

Arti Nabi dalam Yahudi dan Kristen adalah seorang pemimpin suatu umat yang diberi tugas untuk memeringatkan agar kaumnya tidak menyimpang dari perintah Allah.

Diceritakan jika awal mula sejarah kenabian ini dimulai setelah masa Samuel. Samuel sendiri adalah pemimpin atau hakim terakhir sebelum adanya sistem monarki.

Meski begitu para teolog memercayai jika tradisi ini dimulai semejak munculnya Yosua yang menjadi pengganti dari Musa.

Gereja Kristen pun juga memahami Nabi sebagaimana pemahaman Yahudi. Namun ada juga yang memahami Nabi sebagai seorang yang memiliki kemampuan meramalkan kejadian yang terjadi di masa mendatang.

Sedangkan dalam pemahaman Islam, Nabi sendiri adalah seseorang terpilih yang melanjutkan syariat dari Rasul sebelumnya dan tidak wajib menyampaikan.

Tak heran jika disebutkan bahwa ada banyak Nabi baik dalam kitab suci namun ada 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui dalam Islam.

Pengertian Rasul

Rasul adalah orang terpilih yang menerima wahyu dari Tuhan tentang agama dan wajib menyampaikan pada umat serta mengamalkan hal tersebut.

Maka, pantaslah disebut bahwa Nabi belum tentu Rasul sedangkan Rasul sudah pasti seorang Nabi. Rasul adalah pimpinan umat sedangkan Nabi belum tentu menjadi pemimpin.

Perbedaan Nabi dan Rasul yang lain yaitu Allah SWT mengkisahkan para Rasul tersebut dalam Al-quran sedangkan tidak semua Nabi dikisahkan. Ada empat Nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW adalah Nabi serta Rasul penutup dari semua Nabi yang pernah ada sebelumnya.

 Perbedaan Nabi dan Rasul

Hal-hal berikut ini merupakan perbedaan Nabi dan Rasul yang perlu diketahui.

1-Jenjang keRasulan lebih tinggi dibandingkan dengan Nabi yang tidak wajib menyampaikan risalah pada umat.

2-Rasul diutus untuk kaum kafir sedangkan Nabi biasanya diutus pada kaum yang beriman.

3-Rasul pun menyampaikan syariat baru kepada umatnya sedangkan Nabi mengikuti syariat yang dibawa Rasul sebelumnya.

4-Nabi yang pertama adalah Adam AS sedangkan Rasul pertama adalah Nuh AS.

5-Perbedaan Nabi dan Rasul yang mencolok adalah Allah SWT menyelematkan para Rasul dari usaha percobaan pembunuhan seperti Isa yang diangkat ke langit sedangkan diantara para Nabi, ada yang berhasil dibunuh kaum ingkar tersebut.

 Kriteria Nabi dan Rasul

Beberapa kriteria Nabi dan Rasul yang selalu melekat atau harus dipenuhi antara lain sebagai berikut.

1-Dipilih dan diangkat oleh Allah SWT sendiri.

2-Mendapat mandat atau wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri dan menyampaikan syariat.

3-Memiliki sifat cerdas.

4-Seorang laki-laki dari umat Adam AS. Tidak pernah disebutkan dalam kitab suci samawi atau Al-qur’an pun bahwa seorang Nabi atau Rasul berjenis kelamin perempuan.

5-Memiliki satu bahasa dengan kaumnya serta membawa peringatan pada kaum yang ingkar kepada Allah SWT.

Disebutkan pula dalam sebuah riwayat bahwa Nabi adalah orang yang menerima wahyu saat ia tertidur sedangkan Rasul menerima wahyu dari malaikat pada saat terjaga.

Itulah beberapa perbedaan Nabi dan Rasul yang mungkin bisa memberikan beberapa referensi yang bermanfaat.

Abu Zar meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda bahwa jumlah para Nabi ada 124 ribu sedangkan yang menjadi Rasul ada 312. Orang mukmin pun mungkin bertanya apa yang menjadi dasar perbedaan Nabi dan Rasul.

Sumber referensi
  1. Horton, Stanley M., Panorama of the Bible, Gospel Publishing House
  2. Muawiah, Abu. 2009. 5 Perbedaan Antara Nabi dan Rasul. Atsariyyah.com. Diakses pada 9 Januari 2012
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. 2002. Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid. Pustaka At-Tibyan

Perlawanan Rakyat Maluku

Maluku merupakan salah satu wilayah di Indonesia timur yang memiliki sejarah panjang sebelum merdeka.

Kawasan itu sudah didatangi dan diduduki berbagai bangsa asing mulai Arab, Portugal, Spanyol, Inggris, Belanda dan Jepang selama lebih dari 2000 tahun.

Bangsa-bangsa tersebut umumnya memiliki motif awal perdagangan dalam lawatannya kesana.

Selain itu, kayanya rempah-rempah di Maluku juga menarik minat bangsa asing. Niat mereka untuk memonopoli dan mendominasi inilah yang memicu perlawanan rakyat.

Perlawanan rakyat Maluku terjadi pada masa pendudukan kerajaan Portugal dan Belanda pada abad ke 14, 15 dan 18.

Kedua bangsa tersebut memiliki misi yang sama, menguasai dan memonopoli perdagangan hasil alam kepulauan Maluku.

Berikut rincian perlawanan terhadap dua bangsa asing yang paling lama menduduki kepulauan tersebut.

Perang melawan Portugal

Perlawanan terhadap Portugal sebenarnya baru terjadi pada tahun 1550, atau sekitar 35 tahun setelah kedatangan mereka.

Pada awalnya mereka tiba di Ternate dan hanya melakukan kerjasama dagang dengan kerajaan setempat.

Berikut sebab-sebab munculnya perang melawan bangsa Eropa selatan tersebut:

  • Portugal mulai mencampuri urusan domestik kerajaan Ternate yang beragama Islam.
  • Portugal bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat, terutama setelah berhasil mengusir Spanyol dari Tidore.
  • Portugal mulai memonopoli perdagangan rempah-rempah yang sebelumnya bebas tanpa ikatan.
  • Portugal menangkap dan membunuh Sultan Hairun dari Ternate, pemimpin pemberontakan.

Tak pelak, perang pun pecah di tahun 1571, tak lama setelah terbunuhnya Sultan Hairun. Kali ini perlawanan dipimpin oleh Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun.

Sultan asal Ternate ini berhasil mempersatukan suku-suku di Maluku untuk melawan Portugal. Di samping itu, ia juga sukses bersatu dengan Tidore, usai menikahi adik Sultan Tidore.

Kerajaan tersebut adalah pesaing terbesar Ternate yang berlatar belakang Kristen.

Pertermpuran berlangsung di berbagai wilayah Maluku mulai di Ambon hingga pulau Buru.

Benteng-benteng lawan pun berhasil ditaklukkan, kecuali benteng Sao Paulo yang ditempati gubernur Lopez de Mesquita.

Akhirnya pada tanggal 15 Juli 1575, Portugal  menyerah setelah hampir lima tahun diisolasi di benteng tersebut dan meninggalkan Ternate.

Namun, sejumlah warga negara Portugal yang menikah dengan penduduk setempat masih diperbolehkan tinggal.

Perang melawan Belanda

Pada awalnya, Belanda merupakan sekutu di Maluku saat Portugal berusaha menguasai kepulauan itu kembali di akhir abad 16.

Setelah sempat membantu rakyat Maluku mengusir Portugal, Belanda akhirnya sukses menguasai wilayah tersebut selama 300 tahun.

Berikut sebab-sebab perang melawan bangsa di Eropa barat tersebut:

  • Belanda memberlakukan sistem monopoli perdagangan rempah-rempah
  • Belanda memerintahkan pelayaran Hongi untuk mengontrol ketat kegiatan dagang diseluruh area.
  • Belanda memerintahkan pemusnahan hasil rempah-rempah bila harga turun dan penanaman masal jika harga naik.
  • Belanda mengurangi jumlah sekolah, guru dan pendeta.
  • Residen Van Den Bergh menolak membayar perahu rakyat dengan harga yang layak.

Tak lama setelah VOC menancapkan kekuasaannya di tanah Maluku, rakyat mulai melakukan pemberontakan-pemberontakan.

Tetapi sayangnya berhasil ditumpas. Berikut beberapa diantaranya:

  • Di tahun 1635, dipimpin oleh kapten Hitu, Kakiali. Pemberontakan gagal karena ia dibunuh oleh seorang pengkhianat setempat.
  • Telukabesi dari Hitu sempat melanjutkan perjuangan Kakiali. Tetapi berhasil digagalkan VOC di tahun 1646.
  • Di tahun 1650, dipimpin Saidi. Perlawanan kembali gagal di tahun 1655 setelah sempat meluas ke Saparua dan pulau Seram.
  • Di akhir abad 18, dipimpin Sultan Jamalluddin. Perjuangannya gagal setelah ia ditangkap dan diasingkan di Sri Lanka.
  • Di tahun 1797, dipimpin Sultan Nuku dari Tidore. Perlawanan gagal di tahun 1805 saat sultan meninggal. Sebelumnya ia sempat merebut kembali Tidore dari penjajah.
  • Di tahun 1817, dipimpin oleh Thomas Matulessy atau kapten Pattimura, bersama Paulus Tiahahu, Said Parintah dan Kristina Martha Tiahahu. Pemberontakan kembali gagal setelah sejumlah tokoh berhasil ditangkap dan dihukum gantung di Ambon. Sedangkan Kristina Martha meninggal saat perjalanan ke pengasingan. Sebelumnya mereka sempat sukses merebut benteng Duurstede di Saparua.

Sejumlah perlawanan diatas menunjukkan bahwa perang yang tidak didukung persatuan nasional mudah untuk digagalkan. Maka dari itulah, persatuan bangsa perlu dijaga.

Referensi

  1. Aziz, Maliha dan Asril. Sejarah Indonesia III. Pekanbaru: Cendikia Insani.

Anggota AFTA

AFTA (Asean Free Trade Area) atau Kawasan Perdagangan bebas ASEAN adalah sebuah kesepakatan dagang antar negara-negara anggota di Asia Tenggara.

Perjanjian ini lebih difokuskan pada upaya mendukung perkembangan industri lokal negara-negara anggotanya disesuaikan dengan standard internasional.

Berikut tujuan kesepakatan yang ditanda tangani pada tanggal 28 Januari 1992 tersebut:

-mendorong peningkatan daya saing ASEAN dalam perdagangan dunia sebagai pusat produksi dengan menghapus bea ekspor impor dan hambatan non-bea antar anggotanya.

-menarik pihak asing untuk berinvestasi di ASEAN

Untuk mewujudkan misi tersebut, ASEAN memberlakukan kebijakan CEPT (Common Effective Preferential Tariff) atau tarif pilihan efektif umum. Sekitar 8000 komoditas telah menikmati kebijakan bebas bea ini.

Anggota AFTA

AFTA sendiri sudah diberlakukan bersama MEA di tahun 2015 dengan 6 negara anggota utama plus 4 anggota tambahan. Berikut profil negara-negara tersebut.

1-Singapura

Negeri kecil berpendapatan per kapita 85,400 dollar AS ini adalah yang terdepan dalam perekonomian Asia Tenggara.

Dengan menduduki peringkat ke lima daftar negara termakmur di dunia tentunya sudah menjadi modal yang menjanjikan.

Apalagi Singapura juga berada di nomor 19 daftar negara pengekspor dunia dengan ekspor andalan sirkuit elektronik terpadu, minyak olahan dan komputer.

Hal itu telah membuktikan bahwa negara kota ini sudah menjadi pemain di pasar dunia sebelum AFTA dimulai.

2-Brunei Darussalam

Negara di utara pulau Borneo ini termasuk negara termakmur dunia dengan berada di peringkat kedelapan.

Brunei yang berpendapatan per kapita 78,400 dollar AS ini juga sudah aktif di pasar dunia.

Dengan surplus 2,4 milyar dollar AS pada neraca perdagangannya, negeri ini memiliki andalan ekspor gas bumi dan minyak mentah.

Tak heran jika Brunei menduduki peringkat 96 daftar negara pengekspor dunia.

3.-Malaysia

Negara di perbatasan Indonesia ini berada di peringkat 70 negara termakmur dunia.

Malaysia berpendapatan per kapita 27,000 dollar AS dengan surplus 78,8 milyar dollar pada neraca perdagangannya.

Negeri Jiran ini juga menduduki peringkat 18 negara perekspor dunia dengan produk andalan sirkuit elektronik terpadu, gas bumi dan produk minyak olahan. Hal itu membuktikan Malaysia telah cukup siap berperan di pasar dunia.

4-Indonesia

Negara berpenduduk 258 juta jiwa ini merupakan pangsa pasar potensial bagi perdagangan dunia.

Indonesia berpendapatan per kapita 11,100 dollar AS dan berada peringkat ke 26 negara pengekspor dunia.

Produk andalan negara kepulauan ini adalah umumnya hasil alam seperti batu bara, kelapa sawit, gas bumi dan karet.

Dengan berada di peringkat 130 negara termakmur dunia, Indonesia tengah bersiap untuk berperan lebih aktif sebagai produsen ketimbang sebagai konsumen dalam perdagangan dunia.

5-Thailand

Negeri Gajah Putih ini berpendapatan per kapita 16,3 dollar AS dan berada di peringkat 100 negara termakmur dunia.

Thailand juga menduduki peringkat 20 negara pengekspor dunia.

Produk andalan negeri yang terkenal dengan pariwisatanya ini adalah komputer, truk dan sirkuit elektronik terpadu.

Dengan modal diatas, Thailand sudah cukup siap untuk berperan aktif di perdagangan dunia.

6-Filipina

Negeri kepulauan di utara Sulawesi ini berada di nomor 154 negara makmur dunia. Filipina memiliki pendapatan per kapita 7,390 dollar AS ini menduduki peringkat 39 negeri pengekspor dunia.

Beberapa produk andalannya adalah sirkuit elektronik terpadu, computer, alat-alat semikonduktor dan bagian-bagian peralatan kantor. Kini, negeri tersebut tengah bersiap berperan di pasar dunia.

Berikut ini adalah empat anggota tambahan AFTA, yaitu:

AFTA kini telah menjadi bagian dari perdagangan global. ASEAN sudah selayaknya memanfaatkannya untuk memasarkan produk-produk terbaiknya di pasar dunia sekaligus meningkatkan kemakmuran rakyatnya.

Referensi
  1. Hunt, Luke. Singapore Drives AFTA. 2011. February, 24. Retrieved from thediplomat.com.

Rumus Tegangan Tali

Tegangan tali adalah salah satu gaya yang sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gaya tegangan ini merupakan bagian dari hukum Newton dalam ilmu fisika.

Gaya ini sebenarnya adalah tegangan yang berada pada sebuah tali, kabel, benang atau apapun yang dapat merenggang saat dihubungkan dengan sebuah benda.

Tegangan akan muncul saat benda itu ditarik, digantung, diayunkan atau ditahan. Hal ini dapat berpengaruh pada kecepatan atau bahkan bentuk dari benda tersebut.

Inilah yang menjadi salah satu elemen utama dalam pekerjaan konstruksi seperti yang dilakukan para arsitek dan insinyur.

Tegangan ini hanya dapat dihitung dengan rumus sesuai keadaan bidang, gaya yang diberikan pada benda dan beberapa hal lainnya.

Hal ini sangat berhubungan dengan hukum Newton kedua (F= m x a). Berikut beberapa contoh pengembangan rumus hukum tersebut sesuai kondisinya.

Rumus Tegangan Tali

Dalam menghitung tegangan tali, rumus utamanya adalah

T = m x g  + m x a

T= tegangan

M= massa benda

g= percepatan gravitasi yaitu 9.8 m/s2

a= percepatan dalam m/s2

Berikut adalah beberapa modifikasi perhitungan rumus tersebut
1- Tegangan digantung dengan satu tali

Untuk benda yang diikat pada seutas tali, gaya tegangan berasal dari reaksi dari dua ujung tali.

Bila benda maupun tali dalam posisi diam, maka tegangan adalah sama dengan gaya gravitasi (T = Fg). Sehingga rumusnya adalah T = m x g. Contoh:

Gaya tegangan benda 5 kg adalah

5 x 9,8 m/s2 adalah 49 Newton.

Sedangkan bila benda tersebut ditarik ke atas dengan percepatan 2 m/s2 maka gaya tegangannya adalah

T = Fg + m x a

=  49 N + 5 kg x 2

=  59 N

2-Tegangan digantung dengan dua tali

Untuk benda yang diikat dengan dua tali dengan sistem membentuk huruf Y pada sebuah kayu, maka rumus yang digunakan pun berbeda.

Contohnya sebuah benda bermassa 20 kg digantung dengan dua tali di sebuah kayu dengan sudut yang sama 30 derajat. Maka perhitungan tegangannya adalah

T1 = T2 dan T = mg dikali sinus sudut antara kedua tali tersebut yang menahan benda. (Untuk sin(30) adalah 0,5). Maka gaya tegangannya ialah

T1/ T2 =  0,5 x 20 (9,8)

= 98 N

3-Tegangan yang ditarik pada bidang datar

Untuk benda yang ditarik pada bidang datar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menghitung gaya tegangan. Selain massa benda, percepatan, ada juga gaya karena gesekan dengan bidang (Fr). Rumusnya adalah

Fr = mu x N

mu = koefisien gesekan

N = gaya normal / Tegangan tali normal

Gaya gesek sendiri ada dua macam, yaitu:

  • gaya gesek statik ( gaya yang bisa membuat benda diam menjadi bergerak)
  • gaya gesek kinetik (gaya yang bisa membuat benda yang bergerak tetap bergerak)

Berikut contoh perhitungannya.

Bila sebuah benda bermassa 50 kg ditarik secara horizontal di bidang yang memiliki koefisien gesek kinetik 0,4. Kemudian benda bergerak dengan kecepatan tetap dan dipercepat dengan akselerasi 1,5 m/s2, maka rumusnya adalah.

T = Fa (gaya dari percepatan) + Fr (tegangan dari gesekan)

= (m x a) + ( mu x N)

Fa = 50 x 1,5

= 75 N

N = m x g

= 50 x 9,8

= 490 N

Jadi gaya tegangannya adalah

T = 75 + (0,4 x 490 )

= 271 Newton

Contoh-contoh diatas adalah sebagian kecil dari perhitungan tegangan tali. Rumus tersebut masih dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kondisi sebenarnya di lapangan.

Pemahaman terhadap konsep dasar rumus itulah yang paling penting bagi para siswa.

Referensi

Lucas, Jim. Force, Mass & Acceleration: Newton Second Laws of Motion. 2014 June, 26. Retrieved from livescience.com.

Tugas PPKI dan PPUKI

PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada awalnya adalah badan bentukan Jepang dengan nama Dokuritsu Yunbi Inkai.

Badan ini didirikan pada tanggal 7 Agustus 1945 dan diresmikan dua hari kemudian oleh Marsekal Hisaichi Terauchi setelah komandan tentara Jepang di Asia Tenggara itu bertemu dengan sejumlah tokoh nasional di Saigon, Vietnam, yaitu Soekarno, Moh. Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat.

Badan yang menggantikan BPUPKI ini memiliki 21 anggota utama dan 6 anggota tambahan tanpa sepengetahuan Jepang. Berikut para anggotanya:

  1. Ir.Soekarno – ketua
  2. Drs. Moh. Hatta – wakil ketua

Para anggotanya adalah

  • Dr.Mr. Soepomo
  • Pangeran Soerjohamidjojo
  • KRT Radjiman Wedyodiningrat
  • Pangeran Poerbojo
  • R P Soeroso
  • Mr.Teuku Muhammad Hasan
  • Kiai Abdoel Wachid Hasjim
  • Mr. Abdul Maghfar
  • Soetardjo Kartohadikoesoemo
  • Andi Pangerang
  • Otto Iskandardinata
  • A.H Hamidan
  • Ki Bagus Hadikusumo
  • Drs. Yap Tjwan Bing
  • Abdoel Kadir
  • Mr. Johannes Latuharhary
  • GSSJ Ratulangi
  • I Goesti Ketoet Poedja
  • Mohammad Amir

Sementara anggota tambahannnya adalah

  • Ki Hadjar Dewantara
  • Kasman Singodimejo
  • Ahmad Soebardjo
  • Sajoeti Melik
  • Iwa Koesoemasoemantri
  • RAA Wiranatakoesoema

Tugas PPKI

Tugas-tugas yang diemban PPKI adalah sebagai berikut:

  • mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia
  • mengesahkan undang-undang dasar negara
  • memilih dan mengangkat presiden dan wakil presiden Indonesia, yaitu Soekarno dan Moh.Hatta
  • membentuk komite nasional yang membantu tugas presiden sebelum MPR dan DPR terbentuk

Sidang-sidang PPKI

Dalam perjalanan sejarahnya, PPKI mengadakan sidang sebanyak tiga kali dengan berbagai fokus yang berbeda. Berikut hasil-hasil sidangnya

Sidang pertama (18 Agustus 1945)

Dalam sidang pertama inilah enam anggota tambahan tersebut diselipkan setelah sempat ditolak oleh sejumlah golongan muda karena dianggap badan bentukan Jepang. Hasil sidang pertama ini yaitu

  • mengesahkan UUD 1945 beserta pembukaannya.
  • mengganti sila pertama pancasila dengan ‘Ketuhanan yang Maha Esa’ dari kalimat ‘Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’.
  • menetapkan presiden dan wakil presiden RI
  • membentuk komite nasional.

Sidang kedua (19 Agustus 1945)

Dalam sidang kedua ini sejumlah perangkat pemerintahan dibahas dan dibentuk. Hasil-hasilnya adalah

  • membagi Indonesia menjadi 8 propinsi sekaligus memilih gubernur masing-masing daerah, yaitu
    1.Sumatra dengan Teuku Mohammad Hassan sebagai gubernurnya.
    2. Jawa Barat dengan Sutarjo Kartohadikusumo sebagai gubernurnya.
    3. Jawa Tengah dengan R. Panji Suroso sebagai gubernurnya.
    4. Jawa Timur dengan R.A Suryo sebagai gubernurnya .
    5. Sunda Kecil dengan Mr. I Gusti Ketut Puja Suroso sebagai gubernurnya.
    6. Maluku dengan Mr. J. Latuharhary sebagai gubernurnya.
    7. Sulawesi dengan Dr.G.S.S.J. Ratulangi  sebagai gubernurnya.
    8. Kalimantan dengan Ir. Pangeran Mohammad Nor sebagai gubernurnya.
  • memilih 12 menteri dalam kabinet pertama RI. Rincian menteri-menterinya adalah
    1.Departemen dalam negeri  : RRA Wiranata Kusumah
    2. Departemen luar negeri  : Mr. Achmad Soebardjo
    3. Departemen kehakiman  : Prof. Dr. Mr Soepomo
    4. Departemen pengajaran : Ki Hajar Dewantoro
    5. Departemen pekerjaan umum  : Abukusno Cokrosuyoso
    6. Departemen perhubungan  : Abikusno Comrisuyoso
    7. Departemen keuangan  : AA maramis
    8. Departemen Kemakmuran  : Ir. Surachman
    9. Departemen kesehatan  : dr. Buntaran Martoatmojo
    10. Departemen sosial : Mr. Iwa Kusuma Sumantri
    11. Departemen keamanan rakyat  : Supriyadi
    12. Departemen Penerangan  : Mr. Amir syamsudin
  • membentuk komite nasional daerah
  • membentuk Tentara Rakyat Indonesia yang berasal dari tentara Heiho dan Peta
  • memasukkan kepolisian dalam departemen dalam negeri

Sidang ketiga (22 Agustus 1945)

Sidang ketiga ini memiliki agenda utama yaitu membahas hal-hal yang berhubungan dengan pembentukan komite nasional serta beberapa organisasi lainnya. Hasil-hasilnya adalah

  • membentuk PNI (Partai Nasional Indonesia)
  • membentuk BKR (Badan Keamanan Rakyat)

Dari uraian diatas dapat disimpulkan betapa besarnya peran PPKI dalam kemerdekaan Indonesia.

Hasil kerja tokoh-tokoh tersebut perlu diapresiasi demi kemerdekaan bangsa.

Referensi
  1. Ricklefs (1982), A History of Modern Indonesia, Macmillan Southeast Asian reprint, ISBN 0-333-24380-3
  2. Simons, G.(2000). Indonesia: The Long Oppression. Palgrave Macmillan. ISBN 978-0-333-98284-6
  3. Widyantara, Alfan. Sejarah Pembentukan PPKI. 2015, Maret, 17.

Pentingnya Tata Krama Bagi Sekretaris

Sekretaris adalah profesi yang punya peran krusial dalam dunia bisnis saat ini. Bahkan, bisa dibilang dari sekretaris lah masa depan perusahaan bergantung.

Mereka bukan lagi sekedar pembantu atasan, namun lebih dari itu. Para sekretaris di dunia modern adalah ujung tombak dan perwakilan perusahaan. Mereka juga adalah penghubung dengan para klien di ranah publik.

Karena peran penting merekalah, sekretaris dituntut untuk terampil menguasai berbagai skill untuk mendukung tugas-tugas mereka yang kian kompleks.

Selain itu, mereka juga perlu memahami tata karma serta etika profesi tersebut. Itu semua demi citra baik perusahaan dan mendukung kelancaran bisnisnya.

Berikut adalah beberapa poin etika yang utama bagi sekretaris:

  • Mampu menjaga rahasia perusahaan
  • Jujur dalam bertugas
  • Loyal terhadap perusahaan
  • Dapat diandalkan di berbagai kesempatan
  • Bertanggung jawab
  • Mampu bekerja optimal tanpa pengawasan
  • Kooperatif dengan berbagai pihak
  • Fleksible dalam bertugas
  • Mampu bertugas ganda
  • Tidak menerima segala bentuk suap

Tata krama sekretaris

Selain etika diatas, para sekretaris juga perlu menerapkan berbagai tata krama di bawah ini dalam kesehariannya. Berikut rincian tata krama tersebut:

  • cara berbusana

Dalam berbusana, sekretaris perlu memperhatikan waktu, kondisi jasmani, iklim, bahan, warna dan motif pakaian, asesoris serta kosmetik.

  • cara berbicara

Beberapa hal yang perlu dilakukan sekretaris dalam berbicara seperti

  1. tidak ceroboh
  2. tidak menyinggung perasaan pihak lain
  3. tidak memuji diri dan bergosip
  4. tidak membicarakan hal pribadi
  5. tidak memotong pembicaraan
  6. tidak membesar-besarkan masalah sepele.
  • cara mendengarkan

Sekretaris perlu mendengar berbagai pembicaraan dengan seksama dan merespons serta mengambil kesimpulan dengan bijak.

  • cara duduk

Saat duduk, sekretaris, terutama wanita, perlu memperhatikan kesopanan sekaligus kenyamanan dalam posisinya.

  • cara berjalan

Saat berjalan, sekretaris perlu menampilkan kepercayaan diri yang tidak berlebihan dan aura positifnya.

  • cara makan dan minum

Saat makan dan minum, sekretaris perlu memperhatikan beberapa hal seperti

  1. tidak terburu-buru
  2. memilih makanan dan minuman sesuai dengan kondisi dan situasi
  3. mengkonsumsi makanan dan minuman dengan cara yang sopan
  4. menawarkan kepada kawan atau orang sekitarnya jika perlu.

Potret sekretaris modern

Profesi administratif ini masih populer bagi kaum wanita hingga saat ini. Kondisi ini praktis tidak berubah dibandingkan dekade tahun 50an. Meski begitu, peran dan tugas mereka telah banyak berkembang.

Kini, profesi ini lebih umum disebut sebagai staff administrasi, personal asisten dan sebagainya.

Mereka kini lebih diberi kewenangan dalam proses pengambilan keputusan dalam lingkup administrasi perusahaan, bukan lagi sekedar ajudan direktur.

Di samping itu, para sekretaris juga diandalkan untuk mengelola dan menata semua kebutuhan perusahaan.

Berikut adalah beberapa skill yang diperlukan untuk menjadi sosok sekretaris modern yang ideal:

  • program komputer administrasi perkantoran
  • pengolahan data digital dan fisik
  • komunikasi efektif sebagai penghubung manajemen dan staff.
  • manajemen SDM untuk melatih staff baru.
  • perencanaan proyek dan riset.
  • pemahaman beberapa bahasa asing.

Dengan sejumlah tugas diatas, peran sekretaris juga makin luas dan kompleks.

Mereka lebih sering bertemu dengan berbagai pihak termasuk media massa dan klien luar negeri.

Maka dari itu, makin pentinglah tata karma dalam profesi ini karena secara tidak langsung mereka adalah wajah perusahaan atau institusi yang diwakilinya bagi publik.

References
  1. Carolina, Ana. The Secretarial and Office Professional Ethics. 2009, November, 23. Retrieved from secretarynowadays.blogspot.co.id
  2. Odendaal, Adrian. Why Today’s Secretaries Are Much More than Just Secretaries. 2015, July 1. Retrieved from oxbridgeacademy.edu.za.

Peranan Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Indonesia memiliki peran tersendiri dalam perdamaian dunia. Sikap politik Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas artinya Indonesia tidak memihak ke blok manapun, blok barat atau blok timur.

Walaupun tidak memihak kemanapun Indonesia juga bersikap Aktif artinya Indonesia turut serta berpartisipasi dalam perdamaian dunia.

Indonesia sudah menunjukkan komitmennya sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia sejak merdeka tahun 1945.

Kemudian pada tahun 1957 Indonesia mulai bergabung dalam misi-misi perdamaian dalam naungan PBB (United Nations).

Secara garis besar berikut ini adalah berbagai kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia:

1- Konferensi Asia-Afrika (1955)

Indonesia menjadi salah satu pelopor tercetusnya Konferensi Asia-Afrika yang tujuannya adalah menghimpun persatuan negara-negara Asia-Afrika yang pada saat itu baru memperoleh kemerdekaan, mempromosikan serta meningkatkan kerja sama antar negara serta menentang segala bentuk penjajahan.

Konferensi ini dipelopori oleh menteri luar negeri Indonesia pada saat itu, Ali Sastroamidjojo beserta 4 pemimpin negara lainnya Pakistan, India, Bangladesh dan Myanmar yang kemudian diikuti 24 negara Asia-Afrika lainnya.

2- Kontingen Garuda (1957-sekarang)

Kontingen Garuda disingkat KONGA adalah pasukan penjaga perdamaian yang anggotanya diambil dari militer Indonesia yang bertugas dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejak misi pertamanya tahun 1957, Kontingen Garuda sampai sekarang masih aktif dalam melakukan berbagai misi perdamaian.

Negara-negara yang pernah menjadi tujuan dalam misi Kontingen Garuda adalah negara-negara di Timur Tengah seperti Mesir, Lebanon, Palestina, Irak. Negara Asean seperti Filipina, Kamboja dan Vietnam. Juga negara-negara di Eropa Timur seperti Georgia dan Bosnia.

3- Gerakan Non-Blok (1961)

Indonesia menjadi salah satu pelopor yang tergabung dalam Gerakan Non-Blok, sebuah perhimpunan dari bangsa-bangsa yang tidak beraliansi dengan negara-negara dengan kekuatan besar manapun.

Pada saat itu Soekarno bersama dengan beberapa pemimpin negara lainnya medeklarasikan keinginan mereka untuk tidak terlibat konfrontasi yang muncul menanggapi terjadinya perang dingin antara blok barat dan blok timur. Saat ini organisasi beranggotakan 120 negara.

4- Membentuk ASEAN (1967)

Indonesia dan Malaysia yang sempat berkonfrontasi akhirnya berdamai. Kedua negara bersama negara Asia Tenggara lainnya, Singapura, Thailand dan Filipina merasa perlu untuk menciptakan perdamaian antar negara di kawasan Asia Tenggara.

Akhirnya pada tahun 1967 terbentuklah ASEAN untuk mempererat hubungan politik, social, ekonomi dan keamanan di Asia Tenggara. Saat ini, negara ASEAN berjumlah 10 negara ditambah 5 negara perluasan.

5- Sengketa Laut Tiongkok (2002-sekarang)

Melalui Declaration of Conduct (DoC) pada 2002, Indonesia sampai sekarang memiliki peran yang besar untuk menciptakan perdamaian di Laut Cina Selatan.

Indonesia pada akhirnya menginginkan negara-negara yang terlibat untuk merumuskan Code of Conduct, yaitu sebuah kesepakatan bersama yang mengatur apa saja dan tidak boleh dilakukan di wilayah sengketa.

6- Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB (2007-2008)

Indonesia menjadi anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB pada tahun 2007-2008, pada masa tersebut Indonesia konsisten menyerukan untuk berdirinya negara Palestina yang merdeka dan diakui dunia.

Menyerukan keterlibatan internasional yang berimbang dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina. Menyerukan agar kedua belah mematuhi parameter perdamaian yang ditetapkan PBB.

Hal-hal diatas adalah wujud nyata dari komitmen bangsa Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia.

Tidak hanya berhenti disitu, sampai sekarang Indonesia juga masih selalu aktif dalam mendukung perdamaian dunia seperti penyelesaian konflik di Timur Tengah juga menyerukan penanggulangan terhadap masalah terorisme yang berkembang belakangan di dunia internasional.

Referensi
  1. Ironi Pasukan Pbb: Lupakan Kejayaan Kontingen Garuda. 1999. SiaR News Service. Diakses tanggal 26 Juli 2017.
  2. Asian-African Conference Timeline. The Jakarta Post. 23 April 2015. Diakses tanggal 26 Juli 2017.
  3. The Non-Aligned Movement: Background Information”. Government of Zaire. 21 September 2001. Diakses tanggal 26 Juli 2017.
  4. Peran Indonesia dalam Penyelesaian Sengketa Laut Cina Selatan. 1 June 2016. UNAIR News. Diakses tanggal 26 Juli 2017.
  5. Isu Palestina. 20 Januari 2016. KEMENLU Indonesia. Diakses tanggal 26 Juli 2017.

Faktor-Faktor Pembentuk Bangsa Indonesia

Faktor-faktor yang penting dalam pembentukan bangsa Indonesia terdiri dari beberapa hal yaitu faktor primordial atau kesamaan budaya, agama, peran tokoh masyarakat, faktor sejarah, persamaan nasib dan wilayah, ekonomi dan kelembagaan serta kebhinekaan yang memupuk persatuan. Berikut adalah penjelasan detailnya mengenai hal-hal tersebut:

1- Faktor primordial

Faktor primordial yaitu adanya kesamaan pandangan hidup antar daerah Indonesia yang erat dengan dasar adat istiadat, tradisi dan nilai budaya.

Ikatan primordial merupakan ikatan kekerabatan yang dibawa sejak lahir yang sangat erat kaitannya dengan kekerabatan dan kelompok.

2- Faktor keagamaan/sakral

Kesamaan agama yang dianut juga merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan bangsa Indonesia.

Indonesia menganut kepercayaan Ketuhanan yang mengakui 6 agama yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

Keenam agama ini memiliki tempatnya tersendiri dalam bangsa Indonesia. Masing-masing agama hidup berdampingan dibawah payung ideologi bangsa, Pancasila.

3- Tokoh masyarakat

Terbentuknya bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran serta tokoh-tokoh pejuang, seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Jend. Sudirman dan banyak lagi.

Para-para tokoh ini yang rela mengorbankan segalanya demi terbentuknya serta mempertahankan bangsa Indonesia yang merdeka dan bersatu. Adanya tokoh-tokoh atau pemimpin inilah yang mempersatukan tiap wilayah di Indonesia. 

4- Memiliki kesamaan nasib

Seperti yang tercatat dalam sejarah sebagian besar wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke pernah dijajah oleh bangsa asing.

Beberapa diantara negara-negara yang pernah menjajah Indonesia adalah Belanda, Portugis, Inggris, Spanyol, Jepang dan Prancis. Dengan total masa penjajahan selama 350 tahun.

Wajar saja keinginian untuk merdeka, berdiri diatas kaki sendiri adalah keinginan yang menjadi dambaan masyarakat Indonesia yang kemudian membentuk persatuan untuk melakukan perjuangan kemerdekaan.

5- Persamaan wilayah tempat tinggal

Indonesia adalah wilayah yang luas membentang ribuan kilometer dari Aceh sampai Papua. Namun demikian, satu wilayah terikat antara satu sama lain.

Salah satu yang menyebabkan persatuan antar wilayah ini adalah dikarenakan adanya kerajaan-kerajaan yang menghimpun secara bergantian sejak dulu mulai dari Sriwijaya, Demak, Majapahit, Kutai hingga kerajaan Goa di Sulawesi.

6- Faktor ekonomi

Berkembangnya masyarakat sejalan dengan perkembangan ekonomi yang pada akhirnya akan melahirkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan sesuai dengan aneka kebutuhan yang ada di masyarakat.

Semakin tinggi tingkat kualitas dan  variasi kebutuhan dimasyarakat semakin tinggi pula ketergantungan masyarakat tersebut satu sama lain, yang pada akhirnya akan meningkatkan solidaritas dan mempererat hubungan antar masyarakat.

7- Faktor kelembagaan

Faktor kelembagaan tak kalah pentingnya dalam proses pembentukan suatu bangsa.

Kelembagaan akan mempertemukan pemerintah sebagai instansi dengan berbagai kepentingan masyarakat sehingga terbentuk sebuah kepentingan nasional yang tidak saling membedakan untuk melayani setiap warga masyarakat.

Kehadiran partai politik yang bersifat umum dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung tanpa membedakan agama, ras dan golongan yang menghimpun kepentingan masyarakat dalam berbagai wilayah menjadi satu kesatuan.

Salah satu contoh kelembagaan lain adalah angkatan bersenjata yang setiap personilnya dibentuk dari berbagai golongan di masyarakat.

Kehadiran kelembagaan-kelembagaan inilah yang menjadi kontribusi dalam proses pembentukan sebuah bangsa.

8- Bhinneka Tunggal Ika

Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Prinsip inilah yang menjadikan bangsa Indonesia berdiri.

Setiap warga negara walaupun memiliki keterikatan pada identitas kelompoknya masing-masing, lebih memilih untuk bersatu sepakat untuk hidup bersama dalam kerangka politik dan dibawah payung hukum, menghargai perbedaan dibawah satu pemerintahan yang sah, Indonesia.

Referensi 
  1. Surbakti, Ramlan. Memahami Ilmu Politik. Grasindo. Diakses tanggal 25 Juli 2017.
  2. Soesastro, Hadi. 2005. Pemikiran dan permasalahan ekonomi di Indonesia dalam setengah abad terakhir: 1966-1982. Kanisius. Diakses tanggal 26 Juli 2017.
  3. Freedom of religion. 2010. Kebebasan beragama atau berkeyakinan: seberapa jauh? Kebebasan beragama atau berkeyakinan: seberapa jauh?. Kanisius. Diakses tanggal 26 Juli 2017.
  4. Chotib, dkk. 2006. Kewarganegaraan 1: Menuju Masyarakat Madani. Yudhistira Ghalia Indonesia. Diakses tanggal 26 Juli 2017.