Apa Perbedaan Nabi dan Rasul?

Nabi adalah orang yang menerima wahyu dari Tuhan mengenai agama dan misinya berdasarkan pengertian agama Samawi. Tentu pengertian tersebut telah ada dalam pemahaman Yahudi dan Kristen.

Arti Nabi dalam Yahudi dan Kristen adalah seorang pemimpin suatu umat yang diberi tugas untuk memeringatkan agar kaumnya tidak menyimpang dari perintah Allah.

Diceritakan jika awal mula sejarah kenabian ini dimulai setelah masa Samuel. Samuel sendiri adalah pemimpin atau hakim terakhir sebelum adanya sistem monarki.

Meski begitu para teolog memercayai jika tradisi ini dimulai semejak munculnya Yosua yang menjadi pengganti dari Musa.

Gereja Kristen pun juga memahami Nabi sebagaimana pemahaman Yahudi. Namun ada juga yang memahami Nabi sebagai seorang yang memiliki kemampuan meramalkan kejadian yang terjadi di masa mendatang.

Sedangkan dalam pemahaman Islam, Nabi sendiri adalah seseorang terpilih yang melanjutkan syariat dari Rasul sebelumnya dan tidak wajib menyampaikan.

Tak heran jika disebutkan bahwa ada banyak Nabi baik dalam kitab suci namun ada 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui dalam Islam.

Pengertian Rasul

Rasul adalah orang terpilih yang menerima wahyu dari Tuhan tentang agama dan wajib menyampaikan pada umat serta mengamalkan hal tersebut.

Maka, pantaslah disebut bahwa Nabi belum tentu Rasul sedangkan Rasul sudah pasti seorang Nabi. Rasul adalah pimpinan umat sedangkan Nabi belum tentu menjadi pemimpin.

Perbedaan Nabi dan Rasul yang lain yaitu Allah SWT mengkisahkan para Rasul tersebut dalam Al-quran sedangkan tidak semua Nabi dikisahkan. Ada empat Nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW adalah Nabi serta Rasul penutup dari semua Nabi yang pernah ada sebelumnya.

 Perbedaan Nabi dan Rasul

Hal-hal berikut ini merupakan perbedaan Nabi dan Rasul yang perlu diketahui.

1-Jenjang keRasulan lebih tinggi dibandingkan dengan Nabi yang tidak wajib menyampaikan risalah pada umat.

2-Rasul diutus untuk kaum kafir sedangkan Nabi biasanya diutus pada kaum yang beriman.

3-Rasul pun menyampaikan syariat baru kepada umatnya sedangkan Nabi mengikuti syariat yang dibawa Rasul sebelumnya.

4-Nabi yang pertama adalah Adam AS sedangkan Rasul pertama adalah Nuh AS.

5-Perbedaan Nabi dan Rasul yang mencolok adalah Allah SWT menyelematkan para Rasul dari usaha percobaan pembunuhan seperti Isa yang diangkat ke langit sedangkan diantara para Nabi, ada yang berhasil dibunuh kaum ingkar tersebut.

 Kriteria Nabi dan Rasul

Beberapa kriteria Nabi dan Rasul yang selalu melekat atau harus dipenuhi antara lain sebagai berikut.

1-Dipilih dan diangkat oleh Allah SWT sendiri.

2-Mendapat mandat atau wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri dan menyampaikan syariat.

3-Memiliki sifat cerdas.

4-Seorang laki-laki dari umat Adam AS. Tidak pernah disebutkan dalam kitab suci samawi atau Al-qur’an pun bahwa seorang Nabi atau Rasul berjenis kelamin perempuan.

5-Memiliki satu bahasa dengan kaumnya serta membawa peringatan pada kaum yang ingkar kepada Allah SWT.

Disebutkan pula dalam sebuah riwayat bahwa Nabi adalah orang yang menerima wahyu saat ia tertidur sedangkan Rasul menerima wahyu dari malaikat pada saat terjaga.

Itulah beberapa perbedaan Nabi dan Rasul yang mungkin bisa memberikan beberapa referensi yang bermanfaat.

Abu Zar meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda bahwa jumlah para Nabi ada 124 ribu sedangkan yang menjadi Rasul ada 312. Orang mukmin pun mungkin bertanya apa yang menjadi dasar perbedaan Nabi dan Rasul.

Sumber referensi
  1. Horton, Stanley M., Panorama of the Bible, Gospel Publishing House
  2. Muawiah, Abu. 2009. 5 Perbedaan Antara Nabi dan Rasul. Atsariyyah.com. Diakses pada 9 Januari 2012
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. 2002. Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid. Pustaka At-Tibyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *