Perjalanan Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok merupakan awal dari kebangkitan bangsa Indonesia, sebagai awal dari kejayaan masyarakat nusantara.

Hal ini membuat peristiwa tersebut di anggap sejarah yang paling berharga, bilamana tidak terjadi peristiwa tersebut, mungkin Indonesia masih belum diakui Negara di mata dunia.

Sebagai masyarakat Indonesia kita harus mengetahui sejarah penting dan dasar dari sejarah tersebut. Lalu, apa yang menjadi dasar dari peristiwa Rengasdengklok?

 Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok

Dasar dari terjadinya peristiwa Rengasdengklok yaitu perbedaan pendapat, antara golongan tua dan golongan muda.

Golongan tua yang terdiri dari Ir Soekarno, Moh Hatta, dan Achmad Subardjo yang berpendapat, bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dirundingkan terlebih dahulu dengan pihak PPKI, dimana Bung Karno sebagai ketua nya.

Sementara itu, golongan muda yang dikepalai oleh Soekarni, Aidit, Chaerul Saleh, dan  Wikana menginginkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di percepat.

Disamping itu, golongan muda juga tidak suka dengan PPKI, dimana Jepang akan ikut andil dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia, tetapi golongan muda ingin tidak ada campur tangan Jepang.

Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, sebelum gerakan dilakukan golongan mudah sudah melakukan perundingan, pada tanggal 15 Agustus 1945. Pertemuan tersebut dilangsungkan di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Jakarta.

Hasil dari perundingan tersebut adalah keinginan dari golongan muda, dimana pelaksanaan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, bisa terlepas dari hubungan dan janji kemerdekaan yang telah diberikan oleh pihak Jepang kepada Indonesia.

Kesepakatan tersebut telah disampaikan kepada presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir Soekarno dan wakilnya Moh Hatta, namun hasil dari pertemuan itu tidak mendapat sambutan baik, sebab Soekarno Hatta menolaknya.

Keputusan yang di buat oleh Ir Soekarno dan Moh Hatta tidak lepas dari tanggung jawab Bung Karno Bung Karno sebagai ketua dai PPKI. Jadi mereka tidak bisa memberi keputusan secara sepihak begitu saja.

 Kronologi Terjadinya Pristiwa Rengasdengklok

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, dikenal sebagai peristiwa Rengasdengklok dan sebagai peristiwa paling penting dalam perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dimana golongan muda yang terdiri dari Wikana, Aidit, Chaerul Saleh, dan Soekarni. Mereka di kenal dengan nama Menteng 31 dan Soekarni sebagai ketunya. Anggota Menteng 31 menculik  Ir Soekarno dan Moh Hatta pada pukul 03:00 WIB.

Soekarni membawa Ir Soekarno dan Moh Hatta ke Jalan Rengasdengklok, Karawang – Jakarta, maka kejadian ini dikenal dengan nama peristiwa Rengasdengklok.

Gerakan tersebut dilakukan atas tujuan untuk mendesak presiden pertama RI mempercepat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Mereka akhir nya mendapat kesepakatan, antara golongan tua dan golongan muda untuk menentukan kapan waktu pembacaan teks proklamasi kemerdekaan yang tepat.

Hal ini tidak lepas dari kekalahan telak Jepang dalam perang pasifik yang saat itu sedang menduduki Indonesia.

Keputusan tersebut tidak langsung disepakati, sebab golongan muda harus mendesak Ir Soekarno dan Hatta terlebih dahulu, namun tidak mudah untuk merubah pendirian mereka.

Disamping itu, anggota PETA sudah menyusun strategi untuk menggulingkan kekuasaan presiden dan merebutnya.

Rencana yang sudah di buat oleh Charuil dan anggota PETA tidak terlaksana. Hal ini dikarenakan tidak semua anggota PETA yang setuju dengan gerakkan tersebut dan merebut kekuasaan dari Soekarno Hatta.

Pada awalnya Ir Soekarno dan Moh Hatta ingin membaca teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggap 17 Agustus 1945.

Lokasi yang di pilih adalah lapangan IKADA Jakarta dan sekarang menjadi Lapangan Monas, opsi ke 2, mereka akan membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56, lebih tepat nya di kediaman dari Soekarno.

Berita mengenai acara pembacaan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia sudah tersebar luas, sehingga banyak tentara Jepang yang ditugaskan untuk berjaga-jaga di lapangan IKADA Jakarta. Oleh karena itu, opsi kediaman Soekarno dicanangkan.

Ketika diskusi dalam peristiwa Rengasdengklok telah disepakati, bahwa pembacaan teks proklamasi kemerdekaan akan dibacakan di kediaman Soekarno, lebih tepat nya terletak di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Karawang – Jakarta.

Keputusan tersebut di ambil atas dasar menghindari bentrokan antara anggota pejuang kemerdekaan yang menonton pembacaan teks proklamasi dengan tentara-tentara Jepang yang ditugaskan untuk berjaga di lapangan IKADA Jakarta.

Proses pembuatan teks proklamasi baru di buat pada saat peristiwa Rengasdengklok, ketika Ir Soekarno dan Moh Hatta di culik. Mereka membuat teks proklamasi di kediaman salah seorang warga Tionghoa yaitu Djiaw Kie Siong.

Saat diskusi pembuatan teks proklamasi di dalam rumah, bendera merah putih yang di jait oleh Ibu Fatmawati telah dikibarkan pada hari Kamis, tanggal 16 Agustus 1945 untuk pertama kalinya.

Pengibaran dilakukan dalam rangka persiapan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia oleh Soekarno dan Hatta.

Jusuf Kunto diutus untuk berunding dengan golongan muda yang ada di Jakarta, mengingat mereka tidak mendapat kabar dari pemuda yang bersiap di Jakarta. Namun saat Kunto sampai, dia hanya bisa menemukan Mr Achmad Soerbardjo dan Wikana.

Achmad Soebardjo dan Jusuf Kunto segera menjemput Fatmawati, Guntur, Ir Soekarno dan Moh Hatta di Rengasdengklok. Mereka membawa Soekarno Hatta ke Jakarta untuk membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada awalnya mereka ingin pembacaan teks proklamasi dilakukan pada tanggal 16 Agustus 1945 di malam hari, pembacaan dilakukan di Jalan Pegangsaan Timur No 56  dikediaman dari Ir Soekarno. Namun teks proklamasi baru selesai di ke esokkan harinya.

Jadi pembacaan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 . Ir Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan dan menjadi awal kebangkitan dari bangsa Indonesia, sebab gejolak di seluruh wilayah Indonesia mulai bergerak.

Disamping itu, orang yang mengetik teks proklamasi bangsa Indonesia adalah Sayuti Malik. Dia menggunakan mesin tik yang di ambil secara paksa dari Kantor Perwakitan AL (Angkatan Laut) Jerman yang bernama Mayor Dr Hermann Kandeler.

Akhir Peristiwa Rengasdengklok

Pada proses penjemputan Soekarno Hatta ke Jakarta oleh Jusuf Kunot dan Achmad Soebardjo ke Jakarta, Soebardjo menjadi sosok yang sangat penting, pasalnya dialah yang meyakinkan kepada seluruh pemudah yang menduduki kediaman presiden pertama.

Dia meyakinkan kepada kaum pemuda, bahwa teks proklamasi akan dibacakan segera, paling lambat pukul 12:00 WIB keesokkan harinya.

Pemuda-pemuda percaya kepadanya, sebab Soebardjo menjadikan nyawanya sebagai jaminan untuk bisa melepaskan Ir Soekarno dan Moh Hatta. Oleh karena itu, dia di angkat menjadi komandan di Kompi PETA, sehingga masyaraka melepas Soekarno Hatta untuk ke Jakarta.

Demikian perjalanan perjuangan bangsa Indonesia dalam peristiwa Rengasdengklok yang menjadi awal dari kebangkitan bangsa Indonesia. Meski setelah pembacaan teks proklamasi Indonesia masih mengalami penjajahan oleh Belanda setelah Jepang pergi.

Sebagai warga negara Indonesia kita harus mengetahui sejarah peristiwa Rengasdengklok, tanpa pejuang-pejuang kemerdekaan Indonesia belum tentu diakui oleh negara lain. Selain itu, seluruh pemuda di seluruh Nusantara mulai ikut melakukan gerakan besar kemerdekaan.

Sumber Referensi
  1. Peristiwa Rengasdengklok: Penculikan atau Pengamanan. http://www.berdikarionline.com/. Diakses pada 28 Desember 2017.
  2. Her Suganda. 2009. Rengasdengklok Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945. Jakarta: Kompas.
  3. Nugroho, Arifin dan Ipong Jazimah. 2011. Detik – Detik Proklamasi: Saat-saat Menegangkan  Menjelang Kemerdekaan Republik. Yogyakarta: Narasi
  4. Zahorka, Erwig. SEJARAH DARI TUGU PERINGATAN PAHLAWAN JERMAN
    DI ARCA DOMAS, INDONESIA. bogor.indo.net.id. Diakses pada 28 Desember 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *