Serba-serbi Sistematika UUD 1945

Undang Undang Dasar 1945 menjadi satu pokok yang mengatur kehidupan masyarakat Indonesia. Undang Undang Dasar 1945 ini sudah mengalami beberapa kali perubahan atau juga dikenal dengan istilah amandemen.

Baik sebelum atau setelah dilakukan amandemen, terdapat sistematika UUD 1945 yang sudah ditetapkan dan diamandemen sesuai dengan kebutuhan.

 Sistematika UUD 1945 Secara Umum

Indonesia sudah mengalami beberapa kali amandemen Undang Undang Dasar 1945. Tujuan dari amandemen tersebut adalah untuk memperjelas, menyempurnakan, melakukan koreksi tanpa mengubah pasal-pasal yang ada, dan memperbaiki kesalahan yang ada di dalamnya. Hal ini menjadi dasar dari dilakukannya amandemen Undang Undang Dasar 1945.

Undang Undang Dasar Republik Indonesia sudah mengalami beberapa kali amandemen dan menghasilkan sistematika UUD 1945 yang tetap sama dengan sebelumnya, namun sedikit berbeda di bagian isi.

Amandemen tersebut tak mengubah dasar negara, bentuk negara, dan bentuk pemerintahan yang ditetapkan sejak dulu, sesuai dengan awal mula pembuatannya.

Mulai zaman proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai sekarang, sudah berlaku 3 macam Undang Undang Dasar yang digunakan dalam 8 periode, yaitu UUD 1945, UUD RIS 1949, dan UUDS 1950.

Setelah itu, Indonesia kembali menggunakan UUD 1945 yang diamandemen sebanyak 4 kali. Hasil amandemen tetap menganut sistematika UUD 1945 seperti dasarnya.

Sebelum diamandemen, sistematika UUD 1945 antara lain sebagai berikut ini.

  1. Pembukaan: terdiri dari 4 alenia serta 4 pokok pikiran.
  2. Batang tubuh terdiri dari 16 bab, 37 pasal, 4 aturan peralihan, serta 2 aturan tambahan.
  3. Penjelasan terdiri dari penjelasan umum serta pasal demi pasal.

Setelah dilakukan amandemen, sistematika UUD 1945 yang berlaku seperti berikut.

  1. Pembukaan UUD 1945 terdiri dari 4 alenia serta 4 pokok pikiran.
  2. Batang tubuh yang terdiri 16 bab, 37 pasal, 4 aturan peralihan, serta 2 aturan tambahan.
  3. Penjelasan yang terdiri dari penjelasan umum dan juga pasal demi pasal.

Makna Tiap Alenia Pada Sistematika UUD 1945 Bagian Pembukaan

Terdapat 4 alenia pada sistematika UUD 1945 bagian pembukaan. Tiap alenia ini terdiri dari pokok pikiran yang berbeda.

Pokok pikiran pada alenia pertama menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang ingin menghapuskan bentuk penjajahan, karena hal penjajahan bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

Alenia kedua menjelaskan bahwa bangsa Indonesia akan berusaha untuk mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Alenia ketiga menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang mendambakan keseimbangan dan kesinambungan antara kehidupan materiil dan spiritual atau bisa juga disebut keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Makna dari alenia keempat pada UUD 1945 menegaskan bahwa Indonesia ingin melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia dengan dasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Seluruh pokok bahasan dalam tiap alenia pada pembukaan Undang Undang Dasar 1945 tersebut tak berubah dari waktu ke waktu, meski melalui beberapa kali amandemen.

Hal ini juga masih bisa kita temukan kesamaannya sesuai dengan sistematika UUD 1945 yang masih ada sampai sekarang, sesuai dengan cita-cita, fungsi, dan juga tujuan bangsa Indonesia.

Adanya sistematika UUD 1945 yang dipertahankan hingga kini memiliki makna mendalam yang bukan hanya sebatas tertulis atau tercetak, melainkan juga menjadi sebuah pedoman untuk kita sebagai rakyat Indonesia.

Hal ini juga sudah diperjelas dengan adanya pasal dan penjelas yang ada di dalam bagian isi dan akhir dari Undang Undang Dasar 1945.

Sumber referensi
  1. Anonim. Undang-Undang Dasar. hukumonline.com. Diakses pada 4 anuari 2018.
  2. Jimly Asshiddiqie. “Konsolidasi naskah UUD 1945. Penerbit: Yarsif Watampone, Jakarta, Indonesia. 2003.
  3. Widjaya, A. W. 1985. Sistematika undang-undang dasar 1945 (Berita Republik Indonesia tahun II nomor 7 tanggal 15 Februari 1946. Alumni, 1985

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *