Apa Itu Zip Code

ZIP Code atau dalam bahasa Indonesia umumnya dikenal sebagai kodepos. Kode ini digunakan untuk efisiensi dan mempermudah pengiriman surat maupun paket dari dan ke berbagai wilayah di sebuah negara.

ZIP sendiri kepanjangan dari Zone Improvement Plan. ZIP Code atau kode pos ini biasanya terdiri dari beberapa angka yang menunjukkan kode dari sebuah area.

Umumnya, kodepos terdiri dari lima angka. Namun, ada juga yang memiliki angka tambahan untuk lokasi yang lebih detil.

Menurut penggunaannya, sebenarnya ada 4 jenis kodepos

  • kodepos unik (kodepos yang hanya digunakan untuk alamat yang menerima volume surat yang tinggi, seperti kantor-kantor dan lembaga-lembaga pemerintah serta pusat-pusat bisnis)
  • kodepos khusus PO BOX (Post Office Boxes) (kodepos yang hanya digunakan untuk pengiriman via kotak pos)
  • kodepos militer (kodepos khusus untuk kalangan militer)
  • kodepos standar (kodepos yang digunakan untuk umum)

Sejarah Kode Pos

Kemunculan kode pos diawali oleh penggunaan kode wilayah untuk sejumlah kota besar Amerika Serikat di tahun 1943.

Dua tahun sebelumnya, Jerman sebenarnya telah menggunakan sistem kodepos pertama kali di dunia.

Namun baru setahun kemudian di AS, Robert Moon mengajukan sistem kode ZIP saat bekerja menjadi inspektur pos yang awalnya hanya menggunakan 3 angka.

Selang hampir dua puluhan tahun kemudian, tepatnya di tahun 1963, sistem 5 angka seperti yang kita kenal sekarang baru digunakan karena dibutuhkan kode yang lebih sistematis dan terorganisir. Beliau pun juga kemudian dikenal sebagai penemu kode pos.

Di tahun 1983, Kantor Layanan Pos AS memperkenalkan sistem ZIP + 4. Kodepos yang dikenal ‘plus 4’ atau ‘dengan kode tambahan’ tersebut digunakan untuk pengiriman ke alamat yang lebih spesifik seiring dengan berkembangnya penduduk dan model pemukiman saat itu.

Kodepos tersebut biasanya lebih sering digunakan untuk sejumlah tempat umum yang memerlukan kode lokasi yang lebih detil seperti di gedung perkantoran, area kompleks perumahan hingga blok-blok apartemen.

Di Indonesia sendiri, kodepos baru digunakan di era 80an oleh PT Pos Indonesia, yang dahulu masih berstatus perusahaan umum (perum).

Jumlah angka digit yang dipakai sama dengan yang dipakai di sistem pos internasional, yaitu lima digit.

Sejumlah negara lain dari anggota Universal Postal Union bahkan masih belum menggunakan sistem kodepos ini seperti Panama, Vietnam dan Irlandia

Arti angka kode pos

Dalam kodepos ada setidaknya 5 angka yang mengandung arti tertentu yaitu:

  • angka pertama menunjukkan kode wilayah lokasi kantor pos berada
  • angka kedua dan ketiga menunjukkan kode kabupaten atau kotamadya
  • angka keempat menunjukkan kode kecamatan
  • angka kelima menunjukkan kode kelurahan atau desa

Berikut adalah zona lokasi kantor pos di Indonesia.

Contoh: Kode pos 60234 berarti

6 adalah kode kantor pos zona Jawa Timur

02 adalah kode Surabaya

3 adalah kode kecamatan Gayungan

4 adalah kode kelurahan Menanggal

Untuk wilayah Jabodetabek ada sedikit perbedaan. Berikut penjelasan detilnya:

(DKI Jakarta)

Angka pertama adalah 1

Angka kedua adalah kode kota

Angka ketiga adalah kode kecamatan

Angka keempat adalah kode kelurahan

Angka kelima adalah 0

(Bodetabek – Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi)

Angka pertama adalah 1

Angka kedua adalah

  • (5) untuk Tangerang
  • (6) untuk Bogor dan Depok
  • (7) untuk Bekasi
  • (8) untuk wilayah pedalaman Lebak
  • (9) untuk Bandara Soekarno-Hatta

Untuk ketiga angka tersisa sama dengan contoh diatas.

Reference
  1. http://itdare.blogspot.co.id/2014/12/sejarah-panjang-sebuah-kode-pos.html
  2. http://kodepos.nomor.net/_kodepos.php?_i=penjelasan-kodepos&sby=000000
  3. http://www.randomhistory.com/zip-code-history.html
  4. www.posindonesia.co.id/index.php/sejarah-pos/
  5. http://goencakep.blogspot.co.id/2017/01/pengertian-dan-penggunaan-kode-pos.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *